Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sering Kendarai Motor Klasik DKW untuk Jaga Performa Motor

Fahmi Fahriza • Minggu, 20 Agustus 2023 | 15:00 WIB

AWALNYA PENASARAN: Totok dengan dua motor DKW koleksinya, masing-masing keluaran tahun 1955 dan 1956.
AWALNYA PENASARAN: Totok dengan dua motor DKW koleksinya, masing-masing keluaran tahun 1955 dan 1956.


RADAR JOGJA - Dampf Kraft Wagen (DKW) menjadi salah satu motor lawas yang cukup ikonik dan bersejarah di Indonesia. Jumlahnya pun kini tak banyak lagi ditemui di jalan-jalan setiap harinya. Totok, salah seorang pemilik dan pengguna motor DKW mengaku kali pertama tahu dan mencoba motor DKW medio tahun 1993. Saat itu ia masih duduk di bangku SD.
"Karena bapak dulu memiliki beberapa koleksi motor lawas dan saya penasaran coba juga. Seingat saya waktu itu masih SD," katanya kepada Radar Jogja, Jumat(11/8/23).


Ia mengaku kecintaannya terhadap motor lawas, terlebih DKW, akhirnya tumbuh hingga kini. Saat ini ia memiliki empat motor lawas, dua diantaranya DKW. "Sekarang DKW punya dua, yang 50 cc dan 125 cc. Dua-duanya juga masih hidup dan sering saya pakai," tambahnya.


Diakui Totok, saat ini jauh lebih mudah secara perawatan karena banyak sparepart yang dijual di market place online. Hal itu turut memudahkannya karena produsen asli DKW sendiri sudah tidak memproduksi lagi, baik motor maupun suku cadang yang dibutuhkan.
Dalam kesehariannya, Totok masih sering menggunakan motor DKW miliknya. Hal itu dilakukan guna tetap menjaga performa motornya dan juga untuk mengetahui jika ada kendala atau kerusakan yang terjadi. "Masih sering saya pakai. Kalau misal rusak atau ada yang gak beres kan pasti bisa kerasa juga," sebutnya.


Terkait harga motor DKW sendiri, Totok berasumsi harganya setiap tahun mengalami kenaikan yang cukup siginifikan. Ini karena peminat motor-motor lawas yang juga makin banyak hingga orisinalitas motor itu sendiri.


Untuk kisaran harga, saat ini motor DKW diperkirakan mulai dari Rp 50 juta, bahkan hingga ratusan juta. Menyesuaikan kondisi dan besaran cc dari motor tersebut.
"Punya saya yang satu itu catnya masih ori. Jadi kalaupun nanti saya jual, harganya masih tinggi," paparnya.


Totok sendiri turut tergabung dalam sebuah komunitas motor antik di DIJ. Komunitas ini menaungi hampir seluruh merek dan jenis motor antik. Dari situ disebutnya banyak terjadi transaksi antaranggota komunitas. "Cukup banyak jual beli motor di komunitas itu. Bahkan sekarang anggotanya banyak juga dari kalangan anak-anak muda," terangnya.


Ke depan ia mengaku belum berencana menjual atau menambah koleksi motornya, karena merasa belum memiliki situasi yang urgensi atau mendesak. "Belum kepikiran sih untuk nambah atau jual. Ya, ini aja dulu, saya pakai yang ada," ungkapnya. (iza/laz)

Editor : Jihad Rokhadi
#motor lawas #DKW #motor #motor klasik #dkw auto union 1000