Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tempe Alakatak Khas Sukoharjo, Gurih Bikin Nagih

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 4 Agustus 2023 | 20:42 WIB
GURIH: Tempe Alakatak Khas Sukoharjo (Sumber: Tangkapan layar IG sukoharjo_makmur)
GURIH: Tempe Alakatak Khas Sukoharjo (Sumber: Tangkapan layar IG sukoharjo_makmur)
 
 
RADAR JOGJA - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah selain memiliki potensi di bidang tekstil juga punya kuliner khas. Namanya Tempe Alakatak. Mungkin agak aneh namanya, namun setelah mencicipi, rasanya gurih bikin nagih.
 
Tempe Alakatak dibungkus dengan daun jati yang ditusuk dengan lidi. Ketika dibuka, alakatak berbahan dasar tempe dari kacang-kacangan atau biasa dari benguk. Kemudian mie yang terbuat dari tepung singkong dan biasanya diberi warna kuning, putih dan merah. Juga parutan kelapa berwarna kuning.  
Baca Juga: Siap-Siap Kalap Berburu Kuliner Jadul dan Barang Antik, Pasar Kangen Jogja Kembali Dihelat
 
Menu satu ini banyak dijumpai di bagian selatan Kabupaten Sukoharjo. Biasanya, di jual di pasar-pasar di Kecamatan Watu Kelir, Weru dan Tawangsari. 
 
FOTO: Tempe Alakatak dibungkus daun jati. (Sumber : Ladiestory.ID)
FOTO: Tempe Alakatak dibungkus daun jati. (Sumber : Ladiestory.ID)
 
"Setiap hari ada, dijual di Pasar Tawangsari. Tapi ada juga pedagang yang menjual hanya disetiap pasaran," ungkap Tarmi salah seorang pedagang di Pasar Tawangsari, Jumat (4/8/2023).
 
Berdasarkan penelusuran Radar Jogja, Tempe Alakatak juga ditemui di Pasar Tawang. Tetapi kadang kala penjualnya hanya menjual pada hari pasaran, Paing dan Kliwon. Demikian juga di Pasar Watu Kelir, Tempe Alakatak dijual setiap hari, hanya saja penjual banyak, pada saat pasaran Wage dan Legi. 
 
Tak hanya di wilayah tersebut. Kadang kala  Tempe Alakatak di jumpai di Pasar Karangdowo, Klaten. Yakni kecamatan hang bersebelahan dengan wilayah Tawangsari dan Weru. Sehingga tak jarang penjual Tempe Alakatak juga menjajakan jualannya ke pasar di Kecamatan Karangdowo tersebut.
 Baca Juga: Melihat Peluang Usaha Kuliner Korea di Jogjakarta
Harga sebungkus Tempe Alakatak murah meriah. Mulai dari Rp 1.000 - Rp 2.000 per bungkusnya. Namun, ada juga yang menjual sesuai permintaan pembeli. 
 
Untuk mendapatkan menu tradisional ini, kalian harus berburu ke pasar lebih pagi. Sebab jika datang ke pasar siang, maka bisa saja tak kebagian. 
 
"Ya, harus pagi kalau beli. Datang jam 08.00 saja sudah pada habis," ungkap Ranti, 35, salah seorang pemburu kuliner pasar di Tawangsari. Dia menerangkan, Tempe Alakatak cepat habis, sebab banyak pedagang sayur yang juga memburunya. Di sisi lain keberadaan makanan tradisional ini mulai langka, karena pembuat Tempe Alakatak semakin tergerus zaman.
 
Tak hanya itu, Alakatak langka penyebabnya bisa dikarenakan bahan baku yang mulai berkurang. Pada musim kemarau, petani benguk berkurang. Sehingga penjual Alakatak pun ikut surut. (mel) 
 
 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#kuliner sukoharjo #langka #menu tradisional #Tempe Alakatak