Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jenis Terarium Basah dan Kering Sama-Sama Banyak Diminati oleh Berbagai Kalangan

D
Penulis: Delima Purnamasari❯
Ilustrasi terarium.
Ilustrasi terarium.

SLEMAN – Terarium, kini banyak diminati kalangan mahasiswa, komunitas hingga kebutuhan acara tertentu.


Advertisement

Terutama terarium basah dan kering memiliki pasar kuat. Keduanya menawarkan keindahan alam mini yang cocok untuk ruang terbatas.

Pemilik Bisnis Taman Kecil Studio Endra Ade Winata mengatakan, terarium ada dua jenis, yakni basah dan kering.

Untuk yang basah biasanya menggunakan tanaman lumut sementara kering memakai kaktus maupun sukulen.

Advertisement

"Semuanya banyak peminatnya," ujar pemilik bisnis yang bergerak di bidang workshop dan custom terarium ini saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (18/12/2025).

Pria yang mendalami bidang interior ini mengaku, lebih sering mengaplikasikan terarium basah menggunakan lumut yang banyak menempel di pohon.

Menurutnya, memang akan lebih bagus jika menggunakan lumut dari dataran tinggi. Namun, saat dibawa ke tempat dengan suhu lebih panas, penyesuaiannya agak susah.

Advertisement

Setiap menggelar workshop, Endra mengaku akan bekerja sama dengan event organizer tertentu selaku penyelenggara.

Biaya yang dia kenakan untu terarium kecil sekitar Rp 50 ribu dan sedang Rp 85 ribu. Sementara dari penyelenggara, umumnya akan menaikan menjadi Rp 80 ribu dan Rp 100 ribu.

Dengan membayar biaya tersebut, peserta bisa mendapat alat dan bahan. Termasuk materi mengenai perawatan dan desain. Hasil karya peserta juga bisa dibawa pulang.

"Hanya saja, kalau mau juga bisa privat di studioku," jelasnya.

Menurutnya, perawatan terarium sebenarnya mudah. Bisa dilihat dari lumut yang digunakan apabila dari warna pekat berubah ke hijau toska atau agak pudar, bisa diberikan air.

Kondisi ini bisa disebabkan karena terarium mendapat banyak cahaya. Usai diberi air, kondisinya bisa kembali lagi.

"Ada juga terarium tertutup yang tidak perlu diberi air lagi setelah pembuatan," jelasnya.

Sementara apabila memilih kaktus untuk terarium, cukup disiram satu sampai dua sekali seminggu.

Jika ditaruh di dalam ruangan, bisa dikeluarkan seminggu sekali agar mendapat cahaya.

Endra menyebut, jarang menggunakan tambahan mikroorganisme atau makhluk hidup lain dalam terariumnya. Sebatas media tanam dan tanaman hias. Lantaran tujuan utamanya lebih untuk hiasan.

"Tapi ada juga yang digunakan untuk tempat reptil, tarantula, hingga keong," katanya. (del/wia)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

8 Wisata Susur Sungai di Yogyakarta yang Cocok untuk Liburan

8 Wisata Susur Sungai di Yogyakarta yang Cocok untuk Liburan

Destinasi wisata di Yogyakarta tidak hanya berpusat pada malioboro saja, namun masih banyak spot menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan yang ingin menikmati liburan. Melalui pesona keasriannya, berbagai terobosan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer