RADAR JOGJA – Momentum bulan Ramadan selalu identik dengan berburu kudapan berbuka puasa atau takjil. Momen ini selalu yang ditunggu-tunggu para pemburu takjil, mencari makanan bak menunggu dapat hadiah.
Masjid-masjid pun kini memberikan menu takjil yang cukup istimewa. Makanannya sangat beragam dan enak-enak. Semuanya sudah terjadwal rapi. Mulai masakan Nusantara hingga makanan-makanan yang populer di kalangan anak muda atau milenial. Seperti chicken katsu, takoyaki, chicken teriyaki, hingga nasi briyani.

Yuan Nofita Ratih, seorang pemburu takjil mengakui momen bulan Ramadan selalu ditunggunya. Terlebih sebagai mahasiswa yang tinggal di sebuah asrama. Inginnya mencari kudapan berbuka yang tentu tidak membosankan.
“Bosan makan di asrama, karena menunya sudah terjadwal. Saya terpaksa keluar mencari takjil,” kata Yaun kepada Radar Jogja kemarin (9/4). Takjil yang dicari perempuan 22 tahun itu lebih pada makanan berbuka di masjid.

Selain memburu takjil, ia bisa berkesempatan mengikuti kegiatan pengajian di sana. Hal paling menarik yang ditunggu ketika takjil hendak dibagikan. Masjid yang lebih sering didatangi adalah Masjid Jogokariyan, Kota Jogja.

“Ya senang aja menunggu takjil karena gratis juga. Kita nggak tahu isinya apa, seperti mau dapat hadiah gitu,” ujarnya tentang alasan dia memburu takjil.
Selain memburu takjil di masjid, terkadang juga mencarti takjil di pasar sore Ramadan. Namun di pasar tiban ini, warga Kalimantan yang merantau karena sedang kuliah itu justru merasa bingung makanan apa yang hendak dituju.
“Kalau ngabuburit di pasar Ramadan, kadang nggak tahu apa yang mau diburu. Karena terlalu banyak makanan, mungkin ya. Jadi lebih suka ke masjid, tinggal menunggu dibagikan. Menunya juga enak-enak,” jelasnya.

Adapun menu-menu takjil yang paling suka diburu dimasjid itu adalah ayam. Tidak ada ayam pun, ia tetap melanjutkan berbuka di masjid. Sejatinya menu apa pun yang disajikan dalam takjil, tak menjadikan masalah. “Yang penting gratis,” tandasnya seraya tertawa.

Kendati begitu, ia bersama temannya setiap sore sebelum berbuka selalu mencatat masjid-masjid yang perlu dikunjungi. Masjid yang dicari adalah kegiatan yang memungkinkan menarik dari sisi tema pengajian untuk dikunjungi. Sehingga tidak sekadar memburu takjil gratis, tapi juga dari aspek pengajiannya. (wia/laz)

Weekend