RADAR JOGJA – Umumnya soto dibuat dari daging sapi atau ayam, namun di Kulonprogo ada soto yang dibuat dengan kembang durian. Cita rasanya pun unik karena soto yang disajikan memiliki aroma khas durian, serta tekstur dari kembang durian yang mirip jamur tiram.

Soto kembang durian itu bisa didapatkan di Omah Duren yang beralamat di Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Penciptanya adalah Siti Qodriyah, merupakan pemilik UMKM Omah Duren yang menjual berbagai olahan dari durian.

Ide membuat soto kembang durian itu bermula ketika ia menjadi peserta dalam perlombaan di desanya beberapa tahun lalu. Kala itu, sebuah perlombaan mengharuskan para peserta untuk membuat sajian kuliner yang berbahan dasar durian. “Saat itu saya belum membuat soto, namun oseng-oseng kembang durian dan dinyatakan menang oleh panitia,” ujar Siti, Selasa (26/10)

Bermula dari hal tersebut, Siti kemudian mencoba mengembangkan kuliner lain yang juga berbahan dasar kembang durian. Salah satu yang tercetus adalah soto. Salah satu jenis makanan berkuah tersebut pun ia kombinasikan dengan potongan kembang durian. Kuliner tersebut pun disambut baik oleh masyarakat dan hingga kini masih diminati.

Jika dirasakan, potongan kembang durian yang disajikan dengan soto tersebut memiliki tekstur mirip dengan jamur tiram yang kenyal dan renyah ketika digigit. Namun uniknya, ada sensasi aroma dan rasa durian dalam kuahnya.

Untuk mencicipi kuliner unik itu masyarakat juga tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Karena satu porsi soto kembang durian di Omah Duren hanya dihargai Rp 8.000, terhitung cukup murah untuk berbagai kalangan.”Hingga saat ini antusias masyarakat untuk mencicipi soto kembang durian juga cukup tinggi, responnya pun cukup positif dan banyak yang bilang enak,” terang Siti.

Salah satu penggemar soto buatan Siti adalah Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana. Baginya soto kembang durian memiliki cita rasa yang unik dan sangat berbeda dengan soto pada umumnya. “Cita rasanya itu benar-benar khas sehingga punya potensi untuk berkembang,” ujar Fajar. (inu/pra)

Weekend