RADAR JOGJA – DIJ memang memiliki banyak legenda kuliner. Rasa-rasanya, Pak Gatot dengan es gorengnya pun bisa dimasukkan ke dalam daftar panjang legenda kuliner itu.

Alit Jabang Bayi yang selama ini kita kenal sebagai salah satu MC kondang di DIJ pun mengakui hal itu. Menurutnya, orang seperti Pak Gatot harus diapresiasi lebih. “Memang harus ada apresiasi entah dari kita sebagai masyarakat atau pemerintah,” katanya.

Sosok bernama asli Alit Jevi Prabangkoro itu sendiri sudah lama jadi pelanggan es goreng Pak Gatot. Menurutnya, ia kali pertama merasakan es goreng itu saat masih duduk di bangku SMA. “Waktu SMA ya pas tahun 1990-an lah, waktu itu kalau tidak salah harganya Rp 250,” kenang Alit.

Ia menyatakan rasa dari es goreng Pak Gatot tidak pernah berubah sampai sekarang. Dari dulu tetap enak. “Terutama coklatnya ya, mungkin karena coklatnya itu bikin sendiri,” ujar Alit.

Berbeda dengan Alit yang sudah merasakan es goreng Pak Gatot sejak tahun 1990-an, Milla Ahna baru merasakan es itu pada tahun 2013. Tahun pertama ia kuliah di Jogja.

Wanita berusia 25 tahun menyatakan saat itu ia kali pertama merasakan es goreng Pak Gatot di Alun-Alun Kidul. Lokasi itu memang jadi salah satu lokasi Pak Gatot berjualan. Menurut Milla, rasa es goreng Pak Gatot sangat enak dan harganya murah. “Waktu kali pertama beli Rp 2500 ya, enak dan murah sih,” katanya.

Menurut Milla, di daerah lain sebenarnya ada es dengan jenis serupa. Hanya namanya saja yang berbeda. Selain itu, menurut Milla, Pak Gatot memang unik. Selain makanan yang dijual rasanya enak dan murah, cara ia berjualan juga sangat unik. “Biasanya Pak Gatot pakai speaker gitu kan ya buat manggil pelanggan,” ujarnya. (kur/laz)

Weekend