RADAR JOGJA – Deru angin saat melintasi pematang Kali Oya dapat dirasa langsung oleh kulit. Ketika wisata naik mobil antik dengan bak terbuka. Nah, salah satu penyedia paket perjalanan mobil antik di DIJ berada Selopamioro, Imogiri, Bantul.

Pematang Kali Oya sudah tersohor dengan panoramanya yang indah. Perjalanan pasti lebih istimewa, jika kendaraan yang digunakan berupa mobil antik. Bukan hanya jadi peranti pemanis foto, sopir yang menemani safari juga turut memberi edukasi.

Penyedia jasa juga merupakan pengelola Sekolah Sungai Siluk. Tidak heran paket yang ditawarkan dalam safari unik ini turut bermuatan edukasi. “Kali Oya itu memang indah, tapi edukasi mitigasi terhadapnya juga penting,” ujar Kuat, founder Sekolah Sungai Siluk saat ditemui Radar Jogja (21/10).

Kuat memang pecinta mobil antik sejak lama, khususnya VW Safari. Membentuk klub mobil antik, ia dan rekan-rekannya kerap mengadakan camping. Dari sana, tercetus ide untuk membuka jasa perjalanan dengan VS Safari. “Karena wisata di Selopamioro sudah ramai, kami bikin trip VW Safari mulai tahun 2017,” papar pria 43 tahun itu.

Terdapat dua paket perjalanan yang bisa dicoba. Paket pertama memuat perjalanan sekitar 15 kilometer. Dengan membayar mulai dari Rp 350 ribu, empat orang wisatawan akan diantar berkeliling menyusuri pematang Kali Oya di Selopamioro. “Selama perjalanan, sopir akan menyampaikan materi terkait jenis bebatuan yang ada di Selopamioro,” ujar ayah dua orang anak itu.

Sopir juga akan berhenti di venue yang dirasa penting. Agar dapat memaparkan penjelasan lebih luas bagi wisatawan. Sekaligus memberi kesempatan wisatawan untuk berfoto di lokasi. “Tiap venue khas Selopamioro kami berhentikan di situ. Ada batu titanik, kami perkenalkan juga,” ucapnya.

Selain itu, wisatawan akan diajak ke perajin peyek, keripik, dan kerajinan tangan. Hal ini guna mendukung dan menghidupkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar Selopamioro. “Tujuan utama untuk mengenalkan UMKM. Kami kan menekankan edukasi,” tegasnya.

Sementara paket kedua, memuat paket perjalanan selama satu hari. Wisatawan akan diajak berkeliling Bantul sampai ke Pantai Depok dan Parangtritis. “Buat long trip, biayanya Rp 750 ribu,” sebutnya.

Kolaborasi bersama komunitas penyuka VW Safari, Kuat mampu mengkoordinasikan 25 mobil antik dalam sehari. Kendati begitu, wisatawan harus tetap melakukan reservasi. Sebelum memutuskan akan menyewa mobil antik. “Animo cukup tinggi. Tapi selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel, kami tutup,” bebernya.

Hal itu dikarenakan kawasan sekitar Selopamioro pun tutup. Kuat yang merasa harus menghargai warga sekitar Selopamioro memutuskan untuk menutup pula usahanya. “Wisata sana tutup total. Akhirnya, kami tidak berani menerima tamu. Ini baru dibuka bulan ini. Karena PPKM mulai turun ke level dua, kami juga mulai ada yang masuk (permintaan booking, Red) untuk tanggal 11 November. Wisatawan dari Semarang,” jelas Kuat. (fat/laz)

Weekend