Mayoritas Klub Liga 2 Terlibat Mafia Bola SLEMAN - Permainan mafia bola satu persatu semakin terkuak. Kali ini giliran salah satu wasit Liga 2 Muhammad Irham ikut angkat suara. Dia mengakui ada permainan dan pengaturan pertandingan. Bahkan aksi ini dibarengi dengan ancaman dan intimidasi. Irham mengungkapkan, ancaman tidak hanya menyasar wasit dan perangkat pertandingan. Para pemain dan klub tempat bernaung mengalami nasib yang sama. Ancaman dan intimidasi terjadi sebelum pertandingan berlangsung. "Saya pastikan banyak klub di Liga 2 hampir semua terlibat (mafia bola). Meski ada yang tidak terlibat tapi tidak banyak, persentasenya lebih besar yang terlibat. Untuk kepentingan klub-klub tertentu," bebernya ditemui di Lobi Dirreskrimum Polda DIJ, Kamis (10/1). Dia mengamini bahwa match manipulation dan intimidasi telah membudaya. Bahkan aksi para mafia ini berlangung sejak liga bergulir. Artinya pergerakan telah dimulai sejak fase penyisihan grup. Meski tidak secara blak-blakan, namun dia mengakui adanya sistemastis. Termasuk didalamnya upaya memenangkan sebuah pertandingan. Hingga memuluskan suatu klub menjuarai sebuah kompetisi. "Sudah saya sampaikan ke satgas antimafia bola, terkait match manipulation atau intimindasi. Siapa saja yang terlibat dan timnya, sampaikan secara gamblang disana. Ya sejak Liga 2 bergulir," ujarnya. Permainan para mafia ini berdampak pada setiap pertandingan. Secara terbuka dia mengakui dampak pada keputusan wasit. Termasuk tidak objektif dan bertindak secara profesional. Ini karena adanya skenario sebuah pertandingan. Irham mengaku kedatangannya ke Polda DIJ atas kesadaran. Dia juga tidak menutupi seluruh kejadian selama kompetisi berjalan. Harapannya satu, agar kompetisi sepak bola berjalan dengan normal dan profesional. "Menantikan hari seperti ini, momen pas bagi pelaku sepak bola untuk membenahi keadaan yang ada. Berharap agar wasit-wasit di seluruh Indonesia bersuara untuk cita-cita besar kemajuan indonesia," katanya. Pengacara Irham, Taufiqurahman, memastikan kliennya adalah wasit Liga 2. Perannya memimpin beberapa pertandingan sejak awal musim kompetisi. Seluruh fakta dan keterangan telah disampaikan kepada penyidik Satgas Anti Mafia Bola. Intimidasi datang tidak hanya dari satu personal. Berdasarkan pengakuan sang klien, intimidasi datang dari klub tertentu hingga sosok pemangku jabatan. Tujuannya agar wasit bertindak sesuai skenario yang disiapkan. "Klien saya tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang wasit secara bebas dan sesuai rulenya. Ada yang ingin menang dan lolos babak besar bahkan promosi liga. Pastinya intimidasi sangat mempengaruhi keputusan sebagai seorang wasit," jelasnya. Kasatgaswil Polda DIJ Kombespol Hadi Utomo memastikan penyidikan terus berlangsung. Jajarannya terus berkoordinasi dengan Satgas Anti Mafia Mabes Polri. Ini karena lingkup permasalahan adalah persepakbolaan nasional. Satgaswil tidak hanya terbentuk di wilayah Polda DIJ. Adapula di Polda Sumatera Selatan, Polda Jawa Barat, dan Polda Jawa Timur. Artinya pembentukan satgaswil untuk mengoptimalkan penyidikan kasus mafia bola. Wakil Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Polisi Krishna Murti turut hadir. Namun dia menampik kehadirannya melakukan penyidikan kepada Irham. Kedatangannya hanya melakukan asistensi pemeriksaan oleh Satgaswil Polda DIJ. (dwi/ila) VIDEO : DWI AGUS/RADAR JOGJA . . Ikuti juga akun kami: Instagram : @radarjogja Line : radarjogjaofficial Twitter : @radarjogja Website : www.radarjogja.jawapos.com/ . Alamat : Jl. Ring Road Utara no.88 (Barat Polda DIY), Yogyakarta 55281 Telpon : (0274) 4477785