JOGJA – Sudah ke-15 kalinya Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) memeriahkan suasana Ramadan di Jogjakarta. Pasar sore tetap menjadi daya tarik utama bagi para pemburu takjil. Koordinator Pasar Ramadan KRJ Enggar Haryo Panggalih menyebutkan, ada sekitar 300 pedagang yang berpartisipasi di KRJ tahun ini. Terdiri dari 40 persen warga setempat dan 60 persen pedagang dari luar. ”Tiap tahunnya pasti bertambah. Alhamdulillah berarti menjadi sebuah kepercayaan sendiri bagi kami sebagai panitia, berarti pedagang percaya, pembeli tambah banyak,” ungkapnya ditemui Jumat (10/5). Adanya pasar sore ini, lanjut Enggar, memberi dampak ekonomi bagi warga. Yang awalnya hanya coba-coba berdagang ketika Ramadan, menjadi usaha yang serius dan berlanjut meski Ramadan telah usai. ”Jadi ada semacam fansnya sendiri, para pembeli minta biar tidak hanya berhenti di Ramadan jualannya,” ujarnya. Selain pasar sore, agenda Masjid Jogokariyan juga menjadi primadona masyarakat. Seperti menyediakan 2.500 hingga 3.000 porsi takjil setiap harinya, salat Tarawih ala Madinah dengan bacaan 1 juz Alquran setiap malam Jumat, dan i’tikaf yang nyaman. (tif/ila) . VIDEOGRAFER : LATIFA NURINA/RADAR JOGJA EDITOR : RIZAL SETYO NUGROHO/RADAR JOGJA . . Ikuti juga akun kami: Instagram : @radarjogja Line : radarjogjaofficial Twitter : @radarjogja Website : radarjogja.jawapos.com/ . Alamat : Jl. Ring Road Utara no.88 (Barat Polda DIY), Yogyakarta 55281 Telpon : (0274) 4477785 Radar Jogja Channel tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE.