Polda DIJ Larang Aksi Kapten Oleng SLEMAN – Tindakan tegas diambil pihak kepolisian kepada pelaku fenomena kapten oleng. Fenomena ini tengah tren di kalangan masyarakat. Dimana seorang supir mengendarai truk secara zig-zag. Selanjutnya rekaman atraksi ini diunggah masyarakat ke beragam sosial media. Kapolda DIJ Irjen Polisi Ahmad Dofiri mengungkapkan aksi tersebut bukanlah hiburan. Dia memandang aksi tersebut sebagai tindakan sangat berbahaya. Tidak hanya bagi pengemudinya saja namun juga pengguna jalan lainnya. “Itu aksi ceroboh dan tidak menghibur sama sekali. Justru sangat membahayakan karena bisa timbul korban. Seperti Bantul itu, pengendara yang kebetulan melintas lawan arah malah jadi korban,” tegasnya, Rabu (23/1). Tidak hanya sekadar teguran, sanksi keras berupa konsekuensi hukum siap menjerat. Pasal yang digunakan tentu keselamatan berkendara di jalan. Dia telah memerintahkan seluruh Kasatlantas jajaran Polda DIJ bertindak tegas. Peristiwa di Sanden Bantul setidaknya mampu menjadi catatan. Berdasarkan analisnya, aksi berawal dari sejumlah warga yang berdiri di pinggir jalan. Beberapa diantaranya memberikan kode agar para supir beratraksi zig-zag. “Sudah saya perintahkan ke semua Kasatlantas agar tegas. Kami juga melakukan pendekatan ke pemilik, supir dan komunitas truk. Agar sadar akan konsekuensi aksinya ini,” jelasnya. Terkait kasus Sanden meski telah ada upaya kekeluargaan, proses hukum tetap jalan. Jenderal bintang dua ini memastikan kekeluargaan tidak akan berpengaruh pada langkah tegas. Terlebih secara jelas, aksi dilakukan secara sadar sehingga menimbulkan korban. “Penegakan hukum tetap, meski ada kekeluargaan. Kekeluargaan berupa tali asih dan pengobatan adalah wujud keprihatinan supir atas kejadian. Kalau kami tetap jalan, karena secara UU jelas melanggar dan dilarang,” katanya. Kecelakaan kapten oleng berawal saat truk Mitsubishi AB 8482 TK yang dikendarai Muhammad Faisal Abdaoe melaju di jalan lingkar selatan patihan Gadingsari Sanden Bantul. Saat melaju dari arah barat ke timur inilah sang supir melihat warga memberikan kode zig-zag. Dari arah berlawanan melintas Honda Beat AB 6982 VJ yang dikendarai Fiki Dwi Pamungkas, 14 dan Tri Wantoro, 12. Saat Faisal tengah beraksi inilah kecelakaan terjadi. Akibat kecelakaan ini Fiki mengalami cidera kepala berat dan kedua kaki patah. Sementara Iwan mengalami cidera kepala sedang. “Fiki dirawat di RSU Santa Elisabeth Bantul sementara Iwan dirawat di RSU Santa Elisabeth Bantul. Saat itu, truk oleng ke kanan dan langsung menabrak kendaraan yang datang dari barat ke timur,” ujarnya. (dwi) VIDEO WAWANCARA : DWI AGUS/RADAR JOGJA . . Ikuti juga akun kami: Instagram : @radarjogja Line : radarjogjaofficial Twitter : @radarjogja Website : radarjogja.jawapos.com/ . Alamat : Jl. Ring Road Utara no.88 (Barat Polda DIY), Yogyakarta 55281 Telpon : (0274) 4477785 Radar Jogja Channel tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab komentator sebagaimana diatur dalam UU ITE.