Ia adalah bagian dari folklore yang terus beredar, terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Menurut kisah yang diwariskan mahasiswa dari angkatan ke angkatan, Mbak Yayuk dulunya merupakan mahasiswa ekonomi yang cemerlang dan ambisius.
Fokusnya hanya satu yaitu belajar dan meraih prestasi terbaik. Namun keseriusannya itu membuatnya jarang bergaul.
Di akhir masa studinya, perjalanan akademiknya tak berjalan mulus. Beberapa kali ia disebut gagal menemui dosen pembimbing untuk konsultasi skripsi.
Tekanan demi tekanan membuatnya memendam beban yang berat hingga akhirnya namanya dikenang sebagai sosok tragis yang tak pernah benar-benar pergi dari kampus ini.
Sejak itu, muncul banyak cerita tentang penampakan Mbak Yayu di malam hari.
Ada yang mendengar langkah kaki di koridor, ada yang mengaku melihat sosok perempuan berpenampilan vintage berdiri di dekat tangga gedung lama.
Meski belum pernah terbukti, cerita itu tetap menjadi bagian dari identitas kampus, legenda yang tak lekang oleh waktu.
Kini, kisah Mbak Yayu lebih sering dipahami sebagai simbol dedikasi dan tekanan akademik yang sering tak terlihat.
Ia bukan hanya hantu kampus, melainkan cermin dari sisi gelap perjuangan akademis yang jarang dibicarakan.
Penulis : Arsy Apriliany Munawaroh
Editor : Bahana.