RADAR JOGJA – Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidu, telah dibuka pada Desember 2021 yang lalu.
Tempat ini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan, banyak wisatawan yang foto-foto di pinggir jalan.
JJLS sendiri merupakan program Nasional yang melewati lima provinsi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembangunan JJLS melewati tiga kabupaten yaitu Kabupaten Kulo Progo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul.
Jalan ini menjadi akses utama untuk menghubungkan kawasan wisata pantai selatan.
Pemandangan di JJLS yang beredar di media sosial banyak memikat wisatawan.
Namun dibalik kemegahan dan keindahan jalan tersebut, terdapat kisah pada saat pembangunan jalan tersebut.
Kisah ini sempat viral, yaitu terdapat sebuah batu yang sulit dipecahkan oleh alat berat pada saat pembangunan.
Tahun 2019, petugas kesulitan dalam memecahkan sebuah batu yang terdapat di jalan JJLS tersebut.
Bahkan saat alat berat yang digunakan untuk memecah batu, tiba-tiba mendadak mati.
Konon katanya batu yang akan dipecah tersebut merupakan petilasan atau batu keramat.
Batu tersebut sering disebut Watu Manten.
Baca Juga: Berambisi Nyalon Bupati di Pilkada 2024 Sleman, Harda Kiswaya Telah Mendaftar di Dua Partai
Watu Manten adalah batu yang memiliki ketinggian sekitar 3 meter.
Di atas batu ini terdapat dua pohon jati dengan tinggi sekitar 4 meter.
Kejadian tersebut membuat heboh masyarakat, hingga warga sekitar datang untuk menyaksikan.
Beberapa petugas juga sering mendengar suara tangisan pada sekitar batu Watu Manten tersebut.
Karena tidak dapat dipecah, proyek tersebut sempat terhenti selama beberapa hari.
Menurut sesepuh dan juru kunci masyarakat sekitar, kedua pohon jati tersebut sudah ada sejak lama, tidak berubah ukurannya dan tidak mati.
Masyarakat sekitar percaya bahwa pohon jati tersebut merupakan perwujudan dari sepasang pengantin yang telah meninggal tertimpa batu tersebut.
Untuk kelancaran pembangunan proyek jalan tersebut pemerintah desa dan petugas mendatangkan pihak Keraton Yogyakarta untuk mengadakan sebuah ritual.
Ritual tersebut dilaksanakan agar proses pemindahan dapat berjalan dengan lancar.
Setelah itu, pembangunan JJLS pun berjalan dengan lancar dan tidak terdapat hambatan.
Sehingga saat ini jalan tersebut sudah ada dan menjadi akses bagi masyarakat sekitar dan wisatawan.