Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rahasia di Balik Candi Prambanan, Mitos yang Tak Pernah Pudar oleh Waktu

M
Penulis: Magang Radar Jogja❯
Keindahan Candi Prambanan
Keindahan Candi Prambanan

RADAR JOGJA- Candi Prambanan tidak hanya dikenal karena megahnya arsitektur Hindu dari abad ke-9 dan keindahan reliefnya, tetapi juga karena kisah-kisah legenda dan mitos yang menyertainya.


Advertisement

Salah satu mitos yang cukup populer di kalangan masyarakat, terutama di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah, adalah tentang pasangan yang belum menikah dikatakan bahwa kunjungan ke Candi Prambanan dapat membawa petaka pada hubungan mereka.

Mitos ini berawal dari legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Menurut cerita, Bandung Bondowoso sangat mencintai Roro Jonggrang dan ingin menjadikannya istri.

Roro Jonggrang, dengan licik memberikan syarat yang tampaknya mustahil baginya membangun seribu candi dalam satu malam.

Advertisement

Ketika hampir selesai, Roro Jonggrang mengelabui dengan menyalakan api dan membikin ayam berkokok lebih awal, sehingga jin-jin yang membantunya mengira pagi telah tiba.

Proyek gagal selesai sempurna, dan Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca di Candi Prambanan.

Dari cerita itu kemudian berkembang kepercayaan bahwa kutukan atau efek tragis dalam kisah tersebut bisa “menular” ke pasangan-pasangan yang belum menikah yang datang ke tempat itu.

Advertisement

Mitos lain yang beredar menyebutkan adanya larangan bagi pasangan yang belum menikah untuk datang ke Candi Prambanan bersama-sama.

Konon, mereka yang melanggar kepercayaan ini akan mengalami pertengkaran yang berujung pada perpisahan.

Mitos ini semakin mengakar karena banyak cerita dari wisatawan yang mengaku mengalami pertengkaran hebat setelah mengunjungi candi.

Walaupun hanya sekadar kepercayaan, mitos ini masih dipercaya oleh sebagian orang hingga sekarang.

Ada kepercayaan bahwa pasangan belum menikah sebaiknya tidak memasuki kompleks candi bersama, karena itu dikhawatirkan akan memicu pertengkaran dan akhirnya perpisahan.

Beberapa guide lokal menyebutkan bahwa mitos ini juga diperkuat oleh cerita-cerita di masa lampau, termasuk catatan Belanda (Bruman) yang menyebutkan bahwa beberapa pasangan yang berdoa di patung Roro Jonggrang berharap menikah kemudian gagal atau hubungan mereka rusak setelahnya.

Banyak orang setempat yang tetap percaya mitos ini, meskipun tidak ada bukti ilmiah konkret yang menunjukkan bahwa kunjungan ke Candi Prambanan benar-benar menyebabkan putusnya hubungan.

Beberapa pengunjung sendiri merasa “awas” bila datang bersama pasangan, karena cerita-cerita yang sudah sangat tersebar.

Ada juga yang menganggap mitos ini sebagai hiburan atau bagian dari budaya lisan dan tradisi setempat.

Meskipun tak ada bukti ilmiah bahwa mitos ini benar, kepercayaan terhadap mitos pasangan belum menikah di Candi Prambanan menunjukkan bagaimana legenda, budaya lisan, dan pengalaman lokal dapat memengaruhi cara orang melihat sebuah tempat.

Mitos ini telah menjadi bagian dari daya tarik budaya baik sebagai peringatan, cerita mistis, maupun bahan diskusi antar pengunjung.

Penulis :Adella Haviza

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Targetkan Seribu Peserta, Sleman Temple Run Kesebelas Tawarkan Pemandangan Lima Candi

Targetkan Seribu Peserta, Sleman Temple Run Kesebelas Tawarkan Pemandangan Lima Candi

Sleman Temple Run akan kembali digelar pada Minggu (23/8) mendatang. Gelaran kesebelas ini cukup spesial karena peserta bisa menikmati sejumlah panorama warisan cagar budaya. Di antaranya, Candi Banyunibo, Candi ...

Rehab Tahap II, Candi Mendut Ditutup untuk Kunjungan Wisata 5 Agustus 2026 hingga 5 Agustus 2027

Rehab Tahap II, Candi Mendut Ditutup untuk Kunjungan Wisata 5 Agustus 2026 hingga 5 Agustus 2027

Candi Mendut ditutup untuk kunjungan wisata mulai 5 Agustus 2026 hingga 5 Agustus 2027. Penutupan ini dilakukan seiring pelaksanaan rehabilitasi tahap II sebagai upaya pelestarian cagar budaya tingkat nasional.

Api dan Air Waisak Disakralkan di Candi Mendut Magelang, Prosesi di Altar karena Sedang Rekonstruksi

Api dan Air Waisak Disakralkan di Candi Mendut Magelang, Prosesi di Altar karena Sedang Rekonstruksi

Prosesi pensakralan api dharma dan air berkah untuk perayaan Waisak 2570 BE/2026 berlangsung di kompleks Candi Mendut dengan penyesuaian. Ritual tidak dilakukan di dalam bangunan utama candi karena tengah menjalani

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer