Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Anggrek Ulat Indonesia Menjadi Tumbuhan Fenomenal Spesies Baru

Magang Radar Jogja • Jumat, 13 Februari 2026 | 11:28 WIB

RADAR JOGJA - Indonesia kembali menjadi sorotan setelah salah satu tanaman asal Papua masuk dalam 10 besar tanaman fenomenal spesies baru. 

Sepanjang tahun 2025, para taksonom dari Royal Botanic Gardens, Kew, (RBG Kew) bersama dengan para kolaborator mereka, telah menamai 125 tumbuhan dan 65 jamur yang ditemukan di berbagai belahan dunia.

Dari ratusan tanaman yang di deskripsikan oleh tim RBG selama satu tahun lalu, Anggrek Ulat asal papua juga masuk dalam fenomenal spesies baru di tahun 2025.

"Mendeskripsikan spesies tumbuhan dan jamur baru sangat penting pada saat dampak hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim semakin cepat di depan mata kita: sulit untuk melindungi apa yang tidak kita ketahui, pahami, dan tidak memiliki nama ilmiahnya," jelas Pemimpin Riset Senior di tim RBG Kew Afrika, Martin Cheek dikutip dari goodnewsfromindonesia.id.

Masuknya Anggrek tersebut menegaskan posisi Indonesia, terkhusus yaitu Papua, menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati global.

Diberi nama Anggrek Ulat karena bentuknya yang tidak sama dengan Anggrek pada umumnya.

Tanaman ini sangat kecil dan menempel pada pohon seolah menyerupai jajaran ulat yang sedang berbaris.

Secara ilmiah, Anggrek Ulat merupakan spesies terkecil dari enam spesies anggrek baru yang dipublikasikan oleh para ilmuwan Indonesia sepanjang 2025.

Hal ini menjadi bukti bahwa Indonesia masih memiliki banyak flora yang belum teridentifikasi di dalamnya.

Penemuan Anggrek Ulat merupakan hasil kolaborasi intensif antara para peneliti Indonesia dan Royal Botanic Gardens, Kew.

Spesies ini dipublikasikan bersama Andre Schuiteman, peneliti anggrek dari RBG Kew, serta mitra lokal di Indonesia.

Baca Juga: Timnas Inggris Perpanjang Kontrak Thomas Tuchel Hingga Euro 2028

Dari enam spesies yang dipublikasikan, lima diantaranya berasal dari Papua termasuk Anggrek Ulat ini.

Tiga spesies ditemukan di Bentang Alam Mahkota Permata Papua atau Crown Jewel, kawasan hutan hujan tropis yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan kondisi ekosistem yang masih relatif utuh di dunia.

Kelima spesies baru tersebut ialah Dendrobium eruciforme, Dendrobium siculiforme, Bulbophyllum sandfordiorum, Bulbophyllum ewamiyiuu, dan Bulbophyllum abuniorum.

Satu spesies lainnya, Bulbophyllum halmaherae, berasal dari Pulau Halmahera, Maluku.

Para ilmuwan juga mengingatkan secara serius tentang ancaman terhadap spesies baru.

“Menggambarkan spesies tanaman dan jamur baru sangat penting pada saat dampak hilangnya keanekaragaman hayati dan perubahan iklim dipercepat di depan mata kita,” ujarnya.

Masuknya Anggrek Ulat ini di daftar spesies fenomenal yang baru bukan hanya menunjukkan betapa kayanya alam di Indonesia, tetapi juga untuk menegaskan upaya dokumentasi ilmiah dan perlindungan ekosistem Papua menjadi kebutuhan mendesak di tengah tekanan pembangunan dan perubahan iklim global. (Nur Aisyatul Jannah NR)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#anggrek #Tumbuhan #Anggrek Ulat #papua #spesies baru #Indonesia #Fenomenal