Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenapa Menjelang Imlek Hampir Selalu Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya dan Makna di Baliknya

Magang Radar Jogja • Kamis, 12 Februari 2026 | 12:25 WIB
lustrasi hujan saat perayaan Imlek.
lustrasi hujan saat perayaan Imlek.

RADAR JOGJA - Menjelang Hari Raya Imlek, hujan hampir selalu menjadi pemandangan yang akrab.

Langit mendung, udara lembap, dan hujan yang turun sejak pagi atau sore hari seolah sudah menjadi bagian dari suasana Tahun Baru China.

Tak sedikit orang yang menganggap hujan sebagai paket lengkap setiap kali Imlek tiba.

Hal ini pun memunculkan pertanyaan, apakah hujan saat Imlek hanya kebetulan, atau memang ada alasan tertentu mengapa perayaan ini kerap berbarengan dengan musim hujan, khususnya di Indonesia?

Imlek dan Kalender Lunar

Berbeda dengan Tahun Baru Masehi yang selalu jatuh pada 1 Januari, Imlek ditentukan berdasarkan kalender lunar atau perhitungan bulan.

Karena itu, tanggal Imlek selalu berubah setiap tahun.

Meski demikian, perayaan ini hampir selalu berlangsung pada rentang waktu yang sama, yakni akhir Januari hingga awal Februari.

Di Indonesia, periode tersebut dikenal sebagai puncak musim hujan.

Inilah sebab utama mengapa hujan terasa lebih sering turun menjelang dan saat perayaan Imlek.

Penjelasan Ilmiah: Puncak Musim Hujan


Jika dilihat dari pola cuaca, bulan Januari hingga Februari memang merupakan masa dengan curah hujan yang tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa pada periode ini pembentukan awan hujan meningkat, udara cenderung lebih lembap, dan peluang terjadinya hujan deras lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya.

Karena Imlek selalu jatuh di rentang waktu tersebut, maka kemungkinan hujan turun saat perayaan berlangsung juga semakin tinggi.

Dari sisi ilmu cuaca, hujan saat Imlek bukanlah fenomena aneh atau mistis, melainkan bagian dari siklus alam yang terjadi setiap tahun.

Makna Hujan dalam Kepercayaan Tionghoa


Meski dapat dijelaskan secara ilmiah, hujan saat Imlek juga memiliki makna tersendiri dalam kepercayaan dan budaya Tionghoa.

Hujan kerap dimaknai sebagai simbol berkah, rezeki, dan kesuburan.

Air hujan dianggap sebagai pemberian dari langit yang membawa kehidupan.

Melansir antaranews.com, dalam pandangan feng shui, hujan yang turun menjelang atau saat Imlek dipercaya membawa keberuntungan bagi wilayah yang diguyur.

Namun, maknanya bisa berbeda tergantung kondisi hujan.

Hujan yang terlalu ekstrem atau disertai badai sering diartikan sebagai pertanda kurang baik karena berpotensi menimbulkan musibah.

Sebaliknya, hujan ringan atau gerimis justru dipercaya membawa keberuntungan yang lebih lembut dan berkelanjutan.

Kepercayaan tentang Dewi Kwan Im


Selain penjelasan cuaca dan feng shui, terdapat pula kepercayaan yang berkembang di masyarakat Tionghoa mengenai turunnya hujan menjelang Imlek.

Salah satunya adalah mitos tentang Dewi Kwan Im yang turun ke bumi untuk menyiram bunga Mei Hwa.

Bunga Mei Hwa dikenal sebagai simbol keteguhan, harapan, dan awal kehidupan yang baru.

Hujan yang turun dipercaya sebagai berkah dari langit, tanda bahwa kehidupan akan kembali tumbuh dan membawa keberuntungan di tahun yang baru.

Hujan saat Imlek terjadi karena perayaan ini memang berlangsung di puncak musim hujan.

Sementara dari sisi kepercayaan, hujan dimaknai sebagai simbol berkah, rezeki, dan harapan baik.

Tak heran jika hujan dan Imlek seolah tak terpisahkan.

Bagi sebagian orang hujan mungkin terasa merepotkan, namun bagi yang memaknainya lebih dalam, hujan justru menjadi pertanda baik untuk menyambut tahun yang baru. (Alya Ruhadatul Nabilah Aisy)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Menjelang Imlek Hampir Selalu Hujan #ilmiah #penjelasan #Tahun Baru China #Hujan #Imlek #hari raya imlek #feng shui #makna #BMKG #Budaya TiongHoa