Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Melahirkan Banyak Anak, Begini Fakta Unik Hewan Ternak Babi

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 23 Oktober 2024 | 18:10 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Babi merupakan hewan ternak omnivora atau pemakan segalanya.

Di sejumlah wilayah, bagi dipelihara untuk diambil daging dan susunya.

Namun taukah kamu fakta menarik tentang hewan bermoncong panjang ini?

Ya, babi memiliki keunikan tersendiri. Layaknya kucing, babi sekali melahirkan anaknya bisa lebih dari 5 ekor.

Babi cenderung memiliki anak banyak dengan masa kehamilan sekitar 3 bulan 3 minggu 3 hari.

Selama masa kehamilan, formulasi pakan yang tepat sangat penting untuk memastikan babi memiliki cadangan yang cukup saat proses melahirkan, sehingga anak babi lahir dengan sehat dan air susu yang dihasilkan induknya cukup.

Sekali melahirkan, induk babi dapat mengeluarkan 6-12 ekor. Sedangkan, puting susu babi jumlahnya bervariasi, sekitar 6-16 puting yang letaknya sejajar dengan garis perut.

Variasi bobot lahir anak babi sangat beragam. Jumlah anak babi yang lahir mempengaruhi tinggi rendahnya bobot lahir.

Semakin sedikit anak babi yang lahir, semakin tinggi bobotnya. Begitu juga sebaliknya, semakin banyak anak babi yang lahir, semakin rendah bobot lahir tiap anak babi.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah anak babi per kelahiran; termasuk usia induk babi, bangsa dan paritas, genetik, manajemen, lama laktasi, penyakit, stres, dan fertilitas pejantan.

Sistem kekebalan tubuh bayi babi yang baru lahir masih sangat lemah.

Oleh karenanya, sejak masa kehamilan, induk babi sudah mulai memproduksi kolostrum untuk membantu anaknya yang baru lahir dalam melawan penyakit.

Kolostrum adalah air susu pertama induk babi yang kaya akan antibodi pasca melahirkan.

Bayi babi harus dipastikan menerima kolostrum yang cukup dalam 2-6 jam pertama. Atau maksimal 24 jam pertama untuk kelangsungan hidup mereka.

Intervensi dengan metode menyusu secara terpisah diperlukan jika jumlah anak lebih besar daripada puting susu aktif.

Metode ini dilakukan dengan mengeluarkan beberapa anak babi yang berukuran lebih besar untuk ‘antri’ mendapatkan kolostrum.

Tujuannya agar anak babi yang ukurannya lebih kecil dapat bertahan hidup dengan lebih baik.

Kolostrum akan terus diproduksi dalam kurun waktu 2-4 hari setelah melahirkan.

Setelah periode ini, kolostrum akan tergantikan oleh susu transisi sebelum akhirnya menjadi susu matang.

Jika jumlah anak babi terlampau banyak dan berisiko tidak mendapatkan asupan air susu untuk pertumbuhannya, maka dilakukan pengasuhan silang dengan cara memindahkan beberapa anak babi ke induk babi lain yang jumlah anaknya lebih sedikit.

Bayi babi disapih pada usia 6-8 minggu. Lain halnya di peternakan modern, bayi babi sudah disapih pada usia 3 minggu untuk mengejar performa breeding (pembiakan). (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#fakta #unik #hewan ternak #Omnivora #babi