Pernah Berpikir Cara Pemanjat Greenpeace Naik ke Puncak Patung Selamat Datang? Ini Rahasianya

Pernahkah Anda berpikir bagaimana para aktivis Greenpeace dapat berdiri kokoh di atas Patung Selamat Datang Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Minggu, 20 Oktober 2026 lalu?
Tanpa panggung maupun pijakan permanen, enam orang pemanjat sudah berdiri tegak di puncak monumen bersejarah tersebut tepat pukul 06.00 WIB, membuat masyarakat yang melintas di pusat ibu kota mendongak heran.
Aksi membentangkan spanduk raksasa di salah satu ikon paling terkenal di Indonesia ini tentu memicu rasa penasaran.
Bagaimana mungkin mereka dapat sampai ke puncak patung setinggi puluhan meter itu tanpa merusak struktur atau menggunakan tangga raksasa.
Rahasianya rupanya terletak pada teknik panjat profesional. Mereka sama sekali tidak memanjat fisik patungnya, melainkan memanfaatkan satu jalur tali tunggal.
Seluruh proses rumit ini dimulai dari bawah, di mana sebuah tali tipis terlebih dahulu dilempar melewati puncak patung. Meski berukuran kecil, tali awal ini memiliki tugas vital untuk menarik tali utama yang jauh lebih tebal dan kuat.
Begitu ujung tali utama berhasil dikunci rapat ke titik jangkar di bawah, sebuah jalur lurus menuju puncak resmi terbentuk.
Teknik memanjatnya pun tak kalah memukau. Berbekal dua penjepit tali, satu terpasang di dada dan satu lagi di tangan yang tersambung ke pijakan kaki, para pemanjat bergerak secara ritmis.
Dorong kaki, geser penjepit, lalu kunci. Sistem mekanis penjepit ini dirancang khusus hanya bisa bergeser ke atas dan tidak akan melosot ke bawah.
Begitu tiba di puncak, mereka langsung mengunci diri ke sistem tali pengaman sebelum akhirnya membentangkan spanduk raksasa yang menyedot perhatian publik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


