KULONPROGO – Warga Desa Glagah dan Palihan Kecamatan Temon Kulonprogo yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) membulatkan tekad untuk memboikot sosialisasi bandara. Sikap itu diambil sebagai bentuk konsistensi WTT dalam penolakan bandara tanpa sayarat. “Aksi boikot sosialiasi bandara menjadi salah satu bukti keseriusan kami menolak bandara di Kulonprogo. Kami tidak main-main, kami juga akan mengerahkan massa untuk menghadang petugas sosialisasi,” tegas Martono, Humas WTT di sela perayaan HUT ke-2 WTT di Situs Stupa Glagah, Dusun Sidorejo, Desa Glagah, kemarin (9/9).Menurut Martono, pihaknya cukup mudah untuk mengerahkan massa dua desa, terlebih jadwal sosialisasi di Desa Glagah dan Palihan tidak bersamaan. Sejauh ini penolakan bandara paling kuat dilakukan warga Glagah dan Palihan, serta sebagian kecil warga Desa Sindutan.
Terkait perayaan ulang tahun WTT, Martono menjelaskan, maksud perayaan ulang tahun WTT kali ini untuk memperingati hari lahir WTT sebagai sebuah gerakan masyarakat yang pada dasarnya terbentuk saat isu bandara di Kulonprogo tahun 2012 lalu. “Ini sekaligus menjadi bentuk eksistensi kami atas nama masyarakat yang ingin mempertahankan lahan milik mereka dari rencana pembangunan bandara. Bagi kami, kesejahteraan yang dijanjikan pemerintah dengan pembangunan bandara hanya omong kosong,” lanjut Martono.Dalam kesempatan HUT ini, WTT juga mengundang Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo. “Kami mendukung WTT, bagi saya ini adalah soal perebutan ruang hidup, seharusnya negara tahu bagaimana bersikap terhadap rakyat kecil, dalam hal ini petani seperti kami ini,” imbuh Widodo, Humas PPLP Kulonprogo.
Sementara itu di tengah keseriusan tim sosialiasi bandara untuk menyelesaikan agendanya dengan baik, suasana lain ditemui antara warga terdampak yang pro terhadap pembangunan bandara. Warga yang mendukung pembangunan bandara, mereka bersatu dan bergabung dengan paguyubpan yang mereka bentuk, yakni Masyarakat Peduli Kulonporogo (MPK) dan Forum Rembug Warga Transparansi (FRWT). Kedua kelompok ini, sejak awal banyak menilai positif.Ketua II MPK Bayu Putro menyatakan, pihaknya siap mendampingi tim yang ada untuk memperlancar proses sosialisai. MPK mendukung penuh keberadaan bandara di Kulonprogo.
“Dengan adanya bandara di Kulonprogo ini nanti, setatus ekonomi warga terdampak akan berkembang dan maju,” katanya.Menurtut Bayu, MPK memiliki anggota sekitar 300 KK terdampak. Mereka tersebar mulai dari wilayah Glagah hingga Jangkaran. Sejauh ini, mereka juga terus melakukan koordinasi antarlini, dan terus berupaya mendukung langkah pemkab merealisasikan pembangunan bandara. “Dan kami yakin, PT Angkasa Pura akan membuktikan janjinya untuk memberdayakan masyarakat terdampak. Beberapa program yang akan dilaksanakan, seperti desa binaan dan koperasi binaan. Itu semua, akan diwujudkan dengan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU),” tandasnya.(tom/jko)

Taman Sari