MEMBERIKAN warna berbeda, The Phoenix Hotel Jogja mengkreasikan gudeg dalam sembilan varian berbeda. Menggunakan bahan-bahan lokal, sembilan varian gudeg ini disajikan dengan cita rasa khas. Namun semua diolah dengan rasa manis yang tidak pekat agar tamu mancanegara pun bisa mencicipinya. “Ide sembilan gudeg ini muncul untuk memperkenalkan lebih luas lagi pada tamu-tamu mancanegara, untuk itu rasanya tidak super manis,” ujar F&B Manager The Phoenix Hotel Jogja Miftahrozie, Jumat (5/9).
Dirinya mengatakan sembilam gudeg ini akan hadir setiap hari sebagai pelengkap hidangan sarapan pagi di Paprika Restaurant. Sembilan gudeg yang disajikan antara lain Gudeg Manggar, Gudeg Daun Singkong, Gudeg Singkong yang menggunakan jenis singkong mentega, Gudeg Jantung Pisang yang menggunakan jantung pisang tanduk. Juga ada Gudeg Daun Pepaya, Gudeg Kecipir, Gudeg Jamur yang menggunakan jamur tiram dan jamur kancing, Gudeg Rebung dan Gudeg Ubi Jalar yang menggunakan ubi ungu. “Masing-masing teknik memasaknya pun berbeda, agar tekstur bahannya tidak hancur namun rasanya pas,” ujar Executive Sous Chef Pipiet Adhi Purwanto.Chef Pipiet mengatakan teknik masak berbeda namun bumbu dasar gudeg tetap sama. Misalnya saat memasak gudeg rebung, harus dimasak selama satu jam dengan tiga kali masak dan cuci. “Sembilan gudeg ini juga disajikan berdasarkan pasaran Jawa sehingga tidak setiap hari gudeg yang tersaji sama,” ujar Chef Pipiet. (dya/ila)

Taman Sari