DEDIKASI Mahakarya Pribumi. Begitu tema Endemic Festival yang diusung teman-teman SMAN 1 Wonosari saat memamerkan 200 karya seni di bekas kantor Dinas Kehutanan Gunungkidul Kamis ampe Sabtu (28-30/8) lalu.Kegiatan yang mereka usung itu merupakan kelanjutan dari pagelaran wayang kulit kolaborasi tiga dalang menyambut setengah abad SMAN 1 Wonosari yang digelar beberapa waktu lalu.Endemic Festival digelar dengan tujuan mengangkat kembali seni, budaya, dan kerajinan yang ada di Gunungkidul agar dapat terus lestari. Ada 200 karya seni yang ditampilkan. Sebagian adalah karya para siswa Ekamas, begitu sebutan untuk SMAN 1 Wonosari, dan sebagian lainnya karya beberapa komunitas seni di Gunungkidul. Seperti karya Ikatan Perupa Gunungkidul (IPG), Gunungkidul Photography (GP) dan beberapa hasil kerajinan tradisional dari perajin lokal.
Stand akar wangi karya Hardi Wiyono dari Semin memiliki daya tarik tersendiri. Selain mengundang dengan baunya yang khas, hasil kerajinan ini juga unik. Meyna salah satu pengunjung asal Jakarta tertarik dengan akar wangi dan memesan untuk souvenir pernikahan. Beberapa pengunjung lain juga keliat serius memadati stan ini.”Kebetulan lagi di Jogja nyari souvenir dan nemuin akar wangi. Selain unik, akar wangi juga bisa dibentuk lucu-lucu, jadi seneng aja,” jelas Meyna.Selain itu, stand pelukis legendaris Gunungkidul Almarhum Bono juga banyak menarik pengunjung. Luis Frisky salah satu pengunjung mengaku sangat terinspirasi dengan karya-karya yang di display.
Endemic Festival enggak cuma berisi pameran seni kerajinan dan bazar kerajinan, tapi juga dimeriahkan dengan accoustic competition, donor darah dan bhakti sosial. Markaban Mursyid S.Pd selaku pembina pameran budaya memberikan apresiasi tinggi terhadap anak didiknya yang mampu menyulap area gedung jadi tempat nyaman dan representatif. Gedung bekas kantor Dinas Kehutanan Gunungkidul itu dikemas sedemikian rupa jadi ruang unjuk kreasi yang menarik.Di sisi lain, Rama Jatu Setiaji selaku ketua panitia berharap setelah acara Endemic Festival masyarakat umum dapat memaknai, bahwa masih banyak kebudayaan khas daerah dan karya seni lokal yang harus diapresiasi agar ciri khas tiap daerah tetap terjaga. (mey/man)

Taman Sari