INDONESIA memiliki beberapa gaya busana tradisional yang khas untuk pernikahan. Bahkan hampir di setiap daerah memiliki busana pengantin tradisional. Seiring perkembangan tren fesyen, busana pengantin juga mengalami perkembangan. Inspirasi ini tak hanya atas permintaan para calon pengantin tapi juga kreasi para penata rias. “Ada satu gaya, namanya busana pengantin modern nusantara. Tapi modern di sini bukan berarti hasil modernisasi dari busana pengantin tradisional yang sudah ada,” ujar penata rias senior Aa Sudarsono.
Dirinya mengatakan gaya busana pengantin ini cukup diminati karena lebih luwes. Keanggunan gaya modern nusantara ini tergantung dari kreasi para penata rias itu sendiri. Meskipun bukan berlatar dari gaya busana pengantin daerah tertentu, tetap ada pakem yang tetap harus diaplikasikan. Misalnya dari bentuk bawahan, ada kain jarik yang di wiron. Kainnya bisa diambil dari kain khas tradisional, misal batik atau songket. Sedangkan sanggul juga harus tetap berkiblat pada sanggul daerah.
“Meski tampil modern namun kita jangan lupakan yang tradisi,” ujar penata rias yang sudah berkiprah sejak tahun 1978 ini.Sedangkan untuk aksesori, dirinya menuturkan, tidak perlu sama dengan gaya pengantin tradisional. Karena ini untuk membedakan antara yang modern dan tradisional. “Jadi aksesorinya betul-betul modern. Simpel, ringan dan tidak mengganggu aktivitas si calon pengantin sendiri,” ujar Aa. (dya/ila)

Taman Sari