JOGJA – Mendukung serta ikut menjadi bagian Indonesia sebagai trend setter busana muslim di tahun 2020 mendatang, The Phoenix Hotel Jogja bekerjasama dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ menggelar fesyen show bertema Dazzling Purity atau silauan kemurnian, kemarin(31/8). Sepuluh desainer serta dua calon anggota APPMI DIJ menampilkan masing-masing enam outfit dengan tampilan yang urban, etnik, edgy dan modern. “Kali ini kami menghadirkan busana-busana muslim, baik looks maupun syar’i dengan mengolaborasikan yang tradisi dan modern,”ujar Ketua APPMI DIJ Lia Mustafa.Saat ini, industri busana muslim sendiri terus berkembang baik. Tidak mengherankan jika Indonesia optimis untuk menjadi trend setter busana muslim dunia di tahun 2020 mendatang. Untuk itulah, divisi muslim APPMI DIJ tidak ingin ketinggalan untuk menjadi bagian dalam industri kreatif tersebut.
Tema Dazzling Purity masih berpijak dari trend forcast 2015, yakni Alliance, Biomimetics, Adroit dan Veracious. Dengan koleksi ready to wear yang lebih urban, modern dan edgy ditampilkan dengan mengkombinasikan antara tradisi dan modern sehingga selaras dan harmoni.Para desainer yang menampilkan karyanya seperti Lia Mustafa, Dandy T Hidayat, Amin Hendra Wijaya, Philip Iswardono, Neny Kusmiran, Rida Griya Rasu’an, Mia Ridwan, Dewi Syifa, Mudrika Paradise, Dani Paraswati, Indraswarie, dan Isyanto.Meskipun sama-sama menampilkan busana muslim, namun karakter dan ciri khas masing-masing desainer tetap ada. Dengan karakter inilah yang membuat variasi dan kreasi busana muslim semakin beragam.
Dandy T Hidayat misalnya. Mengusung judul Sekar Kedaton, dia menampilkan gamis, kaftan dengan paduan bolero dan cape. Busana ini ditampilkan dalam siluet romantic cocktail dengan mengangkat material kombinasi tenun, lurik, batik, organza dan raw silk. Motif geometris dan batik Jogja menampilkan keselarasan yang etnik dan modern.Calon anggota APPMI DIY Neny Kusmiran mengambil tema Korean Style of Nusantara. Paduan yang cantik antara busana tradisional Korea yakni Hanbook dengan unsur etnik Nusantara dari Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah ditampilkan dalam busana muslim yang sesuai syar’i. “Busana muslim tidak harus kaku, tetapi juga tidak harus modis sesuai trend yang ada, tapi nyaman dikenakan dan sesuai syar’i,”ujar Neny.(dya/din)

Taman Sari