MENGISI TTS bukan sekadar permainan saja. Namun banyak manfaat yang diperoleh ketika mengisi kotak-kotak kecil itu dengan rangkaian huruf. Salah satunya mengasah otak. Saat dihadapkan dengan lembar TTS, maka seseorang harus membaca petunjuk agar bisa mengisi huruf per huruf dalam kotak sehingga ditemukan jawaban yang padu.Anggota Pagar Kaki Langit Widiastjarjo mengatakan dalam permainan TTS ketika satu soal bisa terjawab maka akan mempermudah untuk menjawab pertanyaan lainnya. Artinya, TTS merupakan salah satu media asah otak yang menyenangkan sekaligus bisa menunda kepikunan. “Asah otak sangat penting. Apalagi di usia yang tidak muda. Dengan mengisi TTS, otomatis daya ingat kita akan selalu terjaga,” katanya.
Selain mengasah otak, permainan TTS juga bermanfaat menambah perbendaharaan kosakata. Di dalam pertanyaan TTS, seringkali menemukan kata yang tak lazim dalam Bahasa Indonesia. Padahal jika ditelaah lebih dalam lagi, kata-kata yang terkandung dalam TTS termuat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).Di komunitas Pagar Kaki Langit sendiri, tak jarang setiap anggota memiliki KBBI. Itu bertujuan membantu pertanyaan yang tidak ditemukan jawabannya. Tidak hanya KBBI saja, bantuan google pun kadang digunakan untuk menemukan jawaban menjawab TTS. “Kadang kita juga memanfaatkan internet untuk googling (mencari tahu lewat laman google). Hanya kalau kompetisi, kita dilarang menggunakan bantuan apapun,” kata anggota lainnya Nanang Soewarna.
Selain itu, mengisi TTS juga bermanfaat melatih daya ingat. Ya, dalam menjawab pertanyaan di TTS maka seseorang perlu mengingat apa yang diketahui ketika menjawab pertanyaan itu. Sehingga dengan menjawab pertanyaan tersebut, mengisi TTS membuat seseorang harus menyimpan pengetahuan yang didapat. “Mengisi TTS juga memicu rasa keingintahuan. Kalau tidak terjawab, rasanya kurang puas,” ungkap Nanang.Hal senada dikatakan Sardjono Djuni Isrijanto. Baginya asumsi jika TTS adalah pekerjaan yang membuang-buang waktu adalah keliru. Menurutnya, TTS bisa menambah wawasan. Ketika pertanyaan terjawab, hasilnya pun tersimpan dalam memori. Sehingga secara tidak sadar akan menambah wawasan pengetahuan.Tidak buang-buang waktu. Justru mengisi TTS bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan,” tandas Sardjono. (fid/ila)

Taman Sari