WARUNG Gule Sawah sudah berdiri sejak tahun 2005. Sesuai namanya, warung gule lesehan itu berada di pinggir sawah. Berada di Jalan Tentara Pelajar, Pedukuhan Beji, Wates. Lokasinya cukup mudah dijangkau, lantaran tidak terlalu jauh dari pusat kota Wates.Warung ini juga menyajikan panorama pemadangan sawah yang indah serta udara sejuk. Selain lokasi yang representatif, olahan daging kambing baik dengan menu sate, gule dan tongsengnya sangat menggoda.Menu andalannya seperti lelung alias gule balung dengan bahan baku tulang iga, punggung dan ekor kambing yang dijamin membuat ketagihan. “Ini memang warung gule atau sate lesehan pertama dan satu-satunya di Kulonprogo. Kalau warung bakmi yang lesehan banyak, kalau warung sate atau gule baru saya di Kulonprogo,” terang Pemilik Gule Sawah Kalis Gatot Raharjo, 46 baru-baru ini (29/8).
Kalis menjelaskan baik menu gulai, lelung dan tongseng buatannya berbeda dengan sajian menu seurpa di tempat lain. Bumbu rempah-rempah yang digunakan ada 32 macam. Sehingga cita rasa yang dihasilkan sangat khas, sangat beda dengan gulai, lelung, dan tongseng pada umumnya.Bila kebanyakan warung sate membakar dagingnya dengan kecap, tidak demikian dengan sate buatan Gule Sawah. Proses pembakaran daging sate menggunakan gula kelapa cair yang diramu dengan beraneka macam rempah-rempah. “Rasanya khas dan bisa dibedakan dengan olahan daging kambing di warung sate, gule dan tongseng lainnya. Ada rempah-rempah dari kulit kayu beraroma khas dan ini menjadi resep rahasia kami,” jelasnya.
Resep bumbu rempah-rempah racikan Kalis adalah resep warisan dari orangtuanya. Pengolahan bumbunya juga secara tradisional, tidak memanfaatkan bumbu pabrikan. “Orang tua saya dulu buka warung nasi dan memasaknya tidak pernah menggunakan bumbu buatan pabrik. Melainkan racikan rempah yang dibuat sendiri,” katanya.Tidak hanya unggul soal bumbu rempah-rempah yang diracik sendiri. Daging kambing yang disajikan di Gule Sawah juga empuk. Rahasianya adalah pemilihan kambing, yakni kambingnya harus gemuk dan usianya masih muda. “Kambing gemuk dagingnya tentu lebih banyak dan empuk, beda dengan kambing kurus,” ujarnya.Dijelaskan untuk menu andalannya, lelung, aromanya juga tidak prengus atau eneg. Menurut Kalis agar tidak beraroma prengus ada teknik tersendiri yang digunakan untuk memasaknya. “Khusus Lelung, merebusnya minimal 1,5 jam. Kemudian agar tidak membuat eneg kami tidak menggunakan kuah santan yang kental,” terangnya.Warung Gule Sawah ini setiap hari buka mulai pukul 09.00 hingga 19.30. Harganya cukup pas dikantong. Misalnya saja untuk gulai kambing harganya dipatok Rp 10 ribu per porsi sementara sate, tongseng, dan lelung harganya Rp 12 ribu per porsi. (tom/ila)

Taman Sari