JOGJA – Beragamnya capung di Kepulauan Karimunjawa menarik perhatian pecinta capung Jogjakarta. Mereka adalah Tria Septiani Subagyo, Setyo Sulistyono, Febrina Suci Wulandari, dan Benny Ari Kusuma. Mahasiwa Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA UNY ini berinisiatif melakukan panelitian terhadap capung yang ada di pulau yang masuk Kabupaten Jepara tersebut.Penelitian dilakukan untuk mengetahui detail jenis capung (Odonata) serta kondisi lingkungan klimatik dan edafik di Kepulauan Karimunjawa. Selanjutnya, hasil penelitian dituangkan dalam modul pembelajaran.
“Dari pengamatan, kami menemukan ada 1.251 individu yang dijumpai dari 23 jenis capung atau Odonata,” papar Tria Septiani Subagyo kemarin (22/7).Ke-23 jenis capung terbagi dalam empat family. Yakni, family Coenagrionidae yang terdiri dari lima jenis. Yaitu, Agriocnemis femina, Agriocnemis pygmaea, Ischnura senegalensis, Ceriagrion auranicum, dan Pseudagrion australasiae. Untuk capung kategori family Libellulidae terdiri atas 16 jenis capung. Antara lain, Acisoma panorpoides, Agrionoptera sp., Branchydiplax chalybea, Crocothemis servilia, Diplacodes trivialis, Lathrecista asiatica, Macrodiplax cora, Neurothemis ramburii, Neurothemis terminata, Orthetrum chrysis, Orthetrum sabina, Orthetrum testaceum, Pantala flavescens, Potamarcha congener, Raphismia bispina, dan Rhyothemis Phyllis.
“Capung family Platycnemididae dan family Protoneuridae terdapat satu jenis. Yaitu, Copera vittata dan Prodasineura autumnalis,” imbuh Tria.Dari pengukuran klimatik dan edafik diperoleh kesimpulan, rata-rata suhu udara sebesar 30,77°C, rata-rata intensitas cahaya 538,57×100 lux, rata-rata kecepatan udara 1,83 m/s, rata-rata kelembaban udara 78,73 %, rata-rata pH air 6,67, dan rata-rata pH tanah 5,61. “Kondisi abiotik dari data klimatik dan edafik mengarah pada kondisi yang baik untuk mendukung kehidupan capung,” katanya.(mar/hes)

Taman Sari