JOGJA – Edukasi keagamaan sangatlah penting bagi perkembangan anak. Mengisi Ramadan 1435 H, Masjid Wiwara Jati Suryoputran, Keraton Jogja menggelar sejumlah kegiatan. Diawali hari Minggu (6/7) lalu dengan MTQ, dilanjutkan dengan Hafalan Alquran kemarin (8/7). Serta lomba Pildacil Kamis (10/7) mendatang.
Ketua TKA/TPA Masjid Wiwara Jati Suryoputran Zaenuri Afandi mengungkapkan kegiatan ini bermakna khusus. Dengan melibatkan anak, maka membekali pengetahuan anak di bidang agama. Selain itu, juga sebagai pembentukan karakter dan benteng bagi anak. “Tentunya sangat penting membekali anak dengan khazanah ini. Tidak hanya pengetahuan di bidang ilmu sains tapi juga agama,” kata Zaenuri kemarin.
Selain itu, Ramadan ini bertepatan dengan hari libur sekolah sehingga ada banyak kegiatan yang diadakan. Dengan pendampingan ini maka anak tidak hanya mengisi liburannya dengan bermain. Zaenuri menyusun program ini agar anak tetap dekat dengan lingkungan masjid.
Mengemas permainan merupakan salah satu kunci menarik minat anak. Pendekatan seperti ini sangatlah penting dilakukan. Sehingga mampu melihat sekaligus memuaskan dahaga anak terhadap pengetahuan. Sesuai temanya Membangun Generasi Muda Qur’ani dan Berakhlakul Karimah. “Sehingga ragam permainan ini dikemas dengan cara yang Islami juga. Tentunya tetap bermanfaat tapi juga tetap menghibur bagi anak-anak,” kata Zaenuri.
Selain itu untuk meningkatkan keimanan anak-anak juga digelar tarawih khusus anak. Tarawih ini tidak digelar di Masjid Wiwara Jati tapi terpisah di gedung serbaguna Polsek Kraton. Meski diikuti oleh anak-anak tapi jamaahnya mencapai 150 anak.
Khusus tarawih ini, Zaenuri mengungkapkan, ada perbedaannya. Ceramah dikemas dengan bentuk mendongeng. Adapula ragam kuis pengetahuan usai salat tarawih berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memotivasi anak agar tetap beribadah dengan cara yang menyenangkan.
“Karena anak-anak sehingga dikemas berbeda tapi tidak keluar dari pakemnya. Pendekatan ini sangat pas diterapkan kepada anak-anak. Mereka bisa fokus mendengarkan ceramah yang berguna bagi mereka,” kata Zaenuri.
Sementara itu, Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) yang diadakan Kamis (10/7) besok mengambil tema kehidupan. Tema ini mengangkat kearifan dalam kehidupan anak sehari-hari. Seperti bagaimana bersikap kepada orang tua, pentingnya Alquran hingga penerapan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan. “Untuk teks dakwah disediakan oleh panitia penyelenggara. Sehingga dalam kesempatan ini anak-anak dilihat bagaimana penyampaian nilai-nilai dakwahnya,” tutur Zaenuri. (dwi/ila)

Taman Sari