JOGJA – Memiliki badan yang bugar dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang. Terlebih saat menjalankan puasa. Tentunya olahraga menjadi satu hal yang tak bisa ditinggalkan begitu saja. Ada banyak pilihan olahraga dan olahtubuh, salah satunya tai chi. Belum lama ini, para pegiat tai chi berkumpul dalam Jambore Tai Chi Chuan III ATNI DIJ-Jateng. Bertempat di Balai kota Jogja hari Minggu (22/6) lalu. Jambore ini menjadi tempat berkumpulnya belasan paguyuban.
Ketua Jamboree Asosiasi Taijiquan Nasional Indonesia (ATNI) Pudiarso Raharjo mengungkapkan ajang ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Inti dari acara ini adalah mengguyubkan paguyuban yang berada di bawah ATNI. Selain itu, juga berguna untuk melestarikan dan mengenalkan ke masyarakat luas. “Saat ini tai chi tidak hanya menajdi milik satu rasa atau suku saja. Memang berasal dari Tiongkok, tapi manfaatnya sangat bagus untuk semua,” kata Pudiarso.
Wakil Ketua ATNI DIJ ini mengungkapkan tai chi menganut konsepmengalirdanmenyebar. Konsep ini lanjutnyaseperti aliran energi yang harmonis dalam tubuh dan alam. Gerakannya pun perlu pemahaman total. Pudiarso mencotohkan apabila bergerak terputus-putus, maka chi akan terkunci dalam berbagai bagian tubuh dan tidak tersebar mengalir ke seluruh tubuh. Alhasil, ada bagian otot atau organ tertentu yang terlalu berlebihan energi atau di tempat yang lain kekurangan energi. “Hal ini bisa menyebabkan sakit, tapi itu tidak terjadi jika energi mengalir dan menyebar ke seluruh tubuh terus menerus,” terangnya.
Tai chi atau Taijiquan merupakan sebuah bentuk seni beladiri dan senam kesehatan aliran halus. Tai chi terbagi menjadi berbagai gaya. Namun Pudiarso menuturkan ragam gaya ini pada dasarnya berasal dari satu akar dan konsep dasarnya hampir sama. Untuk melakoni tai chi, Pudiarso menjabarkan perlu pertimbangan yang matang. Pertimbangan ini berdasarkan usia dan kekuatan tubuh dalam melakoninya. Ini karena kadar kekuatan tubuh setiap manusia berbeda.
Jika saat melakoni tai chi ada rasa njarem atau nyeri maka harus dikurangi jam dan porsi latihannya. “Sangat baik untuk melancarkan peredaran darah di tubuh khususnya penyakit stroke dan jantung. Idealnya latihan setiap antara jam 06.00 hingga 07.00 pagi, di ruang terbuka. Untuk gerakan usia muda dan usia tua tentunya berbeda,” kata Pudiarso. (dwi/ila)

Taman Sari