JOGJA – Even NBL Indonesia yang berlangsung di GOR UNY beberapa waktu lalu menyimpan banyak kisah. Salah satunya adalah penggawa CLS Knight Surabaya Jeffry Bong. Selagi menunggu waktu bertanding dirinya menyempatkan diri menjadi guru di SDN Samirono. Aksi Jeffry ini merupakan rangkaian dari NBL Berbagi for Indonesia. Keahliannya dalam olahraga basket dimanfaatkan pria ini sebagai guru olahraga. Beberapa teknik dasar bermain basket diajarkan oleh pria kelahiran Jakarta, 25 May 1985 ini. “Mengajarkan kepada anak-anak untuk punya trik khusus. Terpenting adalah menumbuhkan minat dan rasa senang dahulu. Maka dari itu tadi berlatihnya dikemas melalui games,” kata Shooting Guard CLS Knight ini.
Di luar kelas, Jeffry terlihat bersemangat mengajarkan para siswa kelas enam SD ini gerakan-gerakan dasar basket. Dikemas secara santai, para siswa ini terlihat antusias menyimak materi yang diberikan pemain bernomor punggung 0 ini. Pengalaman mengajar bukan kali pertama baginya. Jeffry mengaku juga intens mengajarkan teknik-teknik dasar basket di tanah kelahirannya, Jakarta. Baginya mengajar merupakan pengalaman yang menyenangkan.
Ini karena ilmu yang didapatkannya tidak hanya menjadi miliknya. Poin lebih, ketika ilmu yang diajarkan mampu diterapkan dengan baik oleh anak didiknya. Pengalaman inilah yang menurutnya tidak akan terlupakan sepanjang hidup. “Menjadi seorang pelatih atau guru itu adalah sebuah tantangan besar. Biasanya kita dilatih, kali ini kita yang melatih. Menerapkan ilmu yang kita dapatkan ke lingkungan kita. Semakin bermanfaat ilmu yang kita turunkan, rasa bangganya semakin tak terhingga,” katanya.
Berbicara tentang bola basket sendiri, Jeffry berharap olahraga ini terus berkembang. Terlebih Indonesia memiliki potensi besar dalam cabang olahraga ini. Meski berwujud olahraga, namun entertainment dalam basket sangat tinggi. Jeffry memiliki misi bersama teman-teman seprofesinya untuk merakyatkan basket. Sehingga penikmatnya tidak hanya segmen kalangan tertentu saja. “Sangat memiliki potensi yang besar untuk memajukan Indonesia melalui basket. Kendala saat ini mungkin dari dini belum ada pengenalan secara merata,” kata Jeffry. (dwi/ila)

Taman Sari