SLEMAN – Sebagai bacaleg muda, Nena Dwi Moerina termotivasi membuktian apakah benar milenial akan dapat melakukan perubahan. Atau hanya tubuhnya yang muda tapi masih mengikuti pola pikir lama. Hal itu kata Nena, menjadi tantangan anak muda, apakah fisik dan pola pikirnya muda atau betul-betul bisa membuat perubahan.

Warga Sleman itu akan maju sebagai caleg PSI untuk DPRD Bantul daerah pemilihan (Dapil) I. Menurut perempuan asal Surakarta, 29 Juni 1991 itu akan menggunakan model kampanye yang mendidik dan dekat anak muda. Tidak lagi menggunakan model lama.

“Saya risih ketika pemilu selalu memainkan isu naiknya harga. Padahal jika jadi wakil rakyat apakah bisa menurunkan? Solusinya bagi saya bukan melulu menurunkan tapi bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat. Karena harga akan cenderung naik, jarang harga komoditas cenderung turun,” tuturnya.

Selain itu, dia juga akan membuat program berkesinambungan. Yang bisa dilakukan terus menerus tidak hanya di musim kampanye. Meskipun belum mau membeberkan, dia berjanji dampaknya akan dapat terus dirasakan masyarakat.

“Kalau dekat pemilu caleg jadi kelihatan baik, menjanjikan sesuatu. Jadi seperti malaikat. Saya tidak mau dilihat seperti itu. Terobosan ada tapi berbuat bukan karena pemilu dan caleg. Tapi berbuat yang berbeda dan tidak instan,” ungkap perempuan yang menekuni profesi instruktur senam tersebut.

Yang tidak kalah penting adalah berkenalan dan interaksi dengan daerah pemilihannya. Tapi Nena mengaku tidak ambisius. Agar tidak sampai stres kalau tidak jadi.

“Siap kalah dan siap menang. Kalau tujuannya baik dipilih dan disambut ya saya akan berbuat baik,” kata alumnus SMKN 2 Depok Sleman kepada Radar Jogja saat Morning Tea with The Candidate.

Jika nantinya dipercaya duduk di parlemen Bantul, sisi positif di Bantul akan terus dikembangkan. Seperti tidak adanya mal dan pembatasan minimarket. Sebagai ketegasan berpihak kepada ekonomi masyarakat.

“Bantul punya potensi di pertanian dan peternakan. Kalau bisa semakin banyak anak muda yang tertarik bertani tapi dengan teknologi yang lebih maju. Jangan sampai anak muda tidak lagi mau bertani,” jelasnya. (riz/ila)

The Candidate