SLEMAN – Wira Hari Tama dengan background pendidikan di bidang hukum memberanikan diri untuk maju dalam bursa calon legislatif (caleg) pada Pemilu tahun depan. Pria kelahiran Bantul, 14 Desember 1990 ini mengaku aktif di bidang hukum sejak mengawali bangku kuliah pada 2009 hingga 2017.

Delapan tahun bergelut dalam bidang tersebut membawanya untuk menjadi sosok pendengar aspirasi masyarakat. Sehingga pada 2018, dia mengajukan diri menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari Dapil I Bantul terdiri dari Bantul dan Sewon.

“Saya ingin melakukan sumbangsih kepada masyarakat. Partai merupakan salah satu upaya mengenal masyarakat melalui sistem,” ungkap pemuda asal Murtigading, Sanden, Bantul saat bincang-bincang Morning tea with the Candidate di Kantor Radar Jogja, Selasa (18/9).

Terjun ke dunia politik tanpa pengalaman memang menjadi tantangan tersendiri bagi Wira. Meski tergolong usia muda, dia mengaku mempunyai prinsip bahwa pemuda harus sigap dan siap.

“Pemuda itu harus selalu siap. Generasi muda bekerja, aktif, kreatif, dan jangan sampai apatis terhadap politik,” bebernya.

Seandainya dia diterima sebagai anggota dewan, Wira mengaku siap bertanggung jawab membangun regulasi dengan tepat. “Kalau bisa hingga akar rumputnya,” ungkapnya.

Dia menilai saat ini banyak terjadi peraturan tumpang tindih. Peraturan dan kebijakan baru yang kurang tersosialisasikan dengan baik. Sehingga tak sedikit masyarakat yang gagal paham terkait regulasi-regulasi baru.

Menanggapi masyarakat Bantul, khususnya kawasan Dapil I Bantul, Wira menilai masyarakat sudah mengalami pengembangan diri. “Kesadaran berpolitik sudah tinggi,” tutur Wira yang saat ini aktif sebagai advokat.

Dalam menggaet suara, Wira mengaku tak perlu berkampanye dengan cetak brosur dan bikin baliho. Cukup melakukan pendekatan langsung di masyarakat dengan cara saling mengenali “Face to face, door to door. Langsung menyerap aspirasi masyarakat,” terangnya. (cr6/ila)

The Candidate