SLEMAN – Iskandar Zulkarnain selama ini konsentrasi sebagai pengusaha air mineral isi ulang di Bantul. Mengenai politik, dia mengaku lebih banyak sebagai penikmat. Menikmati hasil kerja pemimpin dan wakil rakyat sebelum-sebelumnya.

Namun, warga Perum Gunung Sempu, Kasihan, Bantul itu merasa perlu berbuat lebih lagi. Tak hanya sekadar menikmati hasil kerja wakil rakyat sebelumnya. Salah satunya karena terinspirasi kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Yaitu jika orang baik tidak terjun ke politik maka para penjahatlah yang akan mengisinya.

“Saya tidak bilang yang sebelumnya penjahat. Tapi ke depan harus lebih banyak orang yang baik di dalamnya,” kata bacaleg Partai Nasdem yang maju untuk kursi DPRD Bantul dari daerah pemilihan (Dapil) Bantul I tersebut.

Selain itu, alumnus Fisipol Universitas Jenderal Sudirman itu masuk ke Partai Nasdem karena tanpa mahar politik. Hal itulah yang membuatnya mantap memperjuangkan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Bantul.

“Persiapan banyak, menyerap dan mendengar bagaimana kondisi real di masyarakat. Apa yang dibutuhkan masyarakat. Dua faktor akan jadi perhatian saya di antaranya pendidikan dan ekonomi,” ujarnya kepada Radar Jogja saat Morning Tea with The Candidate.

Iskandar mengatakan, anggota dewan bukan eksekutor, tapi bisa menyusun program dan bisa melakukan penganggaran. Menurutnya, di partai sudah ada program bagus mengatasi kemiskinan tapi terbatas dalam bujet.

“Kalau melalui program pemerintah bisa banyak yang dirasakan dan dirangkul,” ungkapnya.

Mengenai target suara, diakui sebagai caleg untuk pertama kalinya akan berat. Namun bisa ditempuh dengan gotong-royong dengan calon lain dalam satu dapil, caleg DPRD Provinsi dan DPR RI. “Siapapun yang jadi bukan atas nama pribadi tapi kepentingan partai,” bebernya.

Selanjutnya, dia berharap pemilu berjalan sesuai asas langsung umum bebas dan rahasia serta jujur dan adil. Kemudian menghasilkan wakil rakyat yang baik.

“Kalau politik uang, penuh kecurangan, apa yang akan didapatkan dari proses politik dan calon legislatif yang tidak baik? Itu pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab sudah tahu semua,” tuturnya. (riz/ila)

The Candidate