SLEMAN – Keprihatinan Ratmiasih, 50, terhadap akhlak anak-anak usia dini, mendorongnya menjadi bakal calon legislatif (Bacaleg). Dia lantas mengajukan dirinya sebagai Bacaleg Daerah Pemilihan (Dapil) Bantul II meliputi Kecamatan Banguntapan dan Piyungan.

Akhlak anak-anak serta rasa berketuhanan yang kuat menjadi fokus Ratmiasih. Dia ingin meningkatkan aspek-aspek tersebut di masyarakat. Pengalamannya sebagai ibu rumah tangga dan wiraswasta menjadi modal untuk berbagi aspirasi.

Ibu dua anak ini ingin agar para tunas bangsa tumbuh menjadi manusia dengan iman yang kuat. “Kalau imannya kuat, Insyaallah Indonesia aman dari korupsi, radikalisme, atau terorisme,” ujar Ratmiasih.

Sementara itu, Partai Nasdem dipilihnya sebagai wadah untuk maju sebagai bacaleg. Meski baru genap setahun bergabung, slogan tanpa mahar milik Nasdem dianggap sejalan dengan keinginan Ratmiasih.

“Saya ingin orang memilih saya bukan karena amplop. Tapi melihat siapa Ratmiasih yang sebenarnya,” jelas alumnus Fakultas Teknik UGM ini.

Sementara itu, acara-acara di masyarakat seperti arisan RT dan pengajian akan menjadi salurannya dalam menggaet suara. Sedangkan pendidikan agama, kejujuran, dan akhlak akan menjadi hal yang ditekankan jika kelak terpilih sebagai anggota dewan.

“Pintar saja tidak cukup. Para tunas bangsa harus berakhlak mulia dan sehat jasmani rohani,” imbuh Ratmiasih.

Keputusan Ratmiasih menjadi bacaleg semula sempat membuat suami terkejut. “Mbok di rumah saja,” ujarnya menirukan suami. Namun demikian, niat tulusnya diridai oleh sang suami. Kedua anak Ratmiasih juga mendukung penuh langkahnya terjun di bidang politik. (cr9/ila)

The Candidate