alexametrics

Tutup Lagi, Kali Ini karena Buldoser Rusak

Seperti sudah diduga, TPST Piyungan akan sering ditutup kembali. Kali ini bukan oleh warga. Tapi karena alat milik pengelola yang dapat diandalkan hanya satu ekskavator. Sementara tiga buldoser rusak, setelah tidak kuat dipaksa bekerja keras mendorong sampah basah.

TPST Piyungan Bisa Ditutup Lagi

Sistem pengelolaan sampah TPST Piyungan mendapat kritik. Lantaran sistemnya hanya ditumpuk atau ditimbun. Jika tidak ada perbaikan secara menyeluruh bukan tak mungkin warga sekitar kembali menutup jalan masuk.

Tarif Sesuai Sampah yang Dibuang

Tempat Pengelolaan  Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, memang sudah kembali beroperasi Rabu (23/12) lalu setelah diblokade warga sekitar. Sampah-sampah yang berasal dari Kota Jogja, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul (Kartamantul) kembali bisa dibuang ke lokasi tersebut.

Warga Senang Aspirasi Diperhatikan

Beroperasinya kembali TPST Piyungan tak hanya membuat senang warga di Kota Jogja, Sleman maupun Bantul. Warga di sekitar TPST Piyungan pun senang karena akhirnya aspirasi mereka didengarkan.

TPST Piyungan Buka, Keluhan Warga Kerap Terlambat Direspon

Ketua Paguyuban Warga TPST Piyungan Maryono membenarkan fasilitas pengelohan sampah telah beroperasi normal. Tidak ada lagi pemblokiran akses jalan masuk oleh warga sekitar TPST Piyungan. Truk sampah mulai memasuki kawasan pengolahan sampah di Piyungan Bantul ini sejak Rabu pagi (23/12).

Hari Ini, TPST Piyungan Beroperasi Lagi

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan dipastikan beroperasi hari ini. Setelah ditutup paksa oleh warga selama lima hari sejak Jumat (18/12). Lantaran pengelola dianggap abai terhadap dampak dari aktivitasnya.

Pasar Tempel Jadi Tampungan Sampah

Penutupan TPST Piyungan berdampak menumpuknya sampah di lingkungan pasar. Pasar Tempel pun kini menjadi tampungan sampah dari seluruh pasar di Kabupaten Sleman.

Dorong Danais untuk Atasi Darurat Sampah

Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup oleh warga sejak Jumat (18/12) lalu. Sampai saat ini pihak pengelola TPST masih melakukan upaya untuk bisa mengoperasikan kembali TPST untuk wilayah Jogja, Sleman dan Bantul (Kartamantul) itu.

Tak Bisa Dibuang, Dibakar Saja

Warga Kota Jogja memiliki solusi sendiri karena tidak bisa membuang sampah. Imbas ditutupnya TPST Piyungan. “Sementara ya saya bakar saja di belakang rumah, untungnya ada sedikit lahan kosong,” kata Deviyani, salah seorang warga Kecamatan Gedongtengen, Minggu (20/12).

Kartamantul Darurat Sampah

Kabar buruk bagi warga Bantul, Kota Jogja, dan Sleman. Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan belum bisa beroperasi. Setidaknya hingga Rabu (23/11). Sebab, penataan landfill atau timbunan sampah diperkirakan paling cepat selesai lusa.

Tutup TPST Piyungan sampai Tuntutan Dipenuhi

Persoalan TPST Piyungan tak ada habisnya. Warga setempat kembali menutup TPST Piyungan. Lantaran geram, keluhannya tidak diperhatikan oleh pengelola. Belasan warga duduk di pos ronda dekat gerbang TPST Piyungan. Menghalau armada memasuki area TPST untuk bongkar muat.

Warga Ancam Tutup TPST Piyungan

Warga berencana menutup Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Mereka merasa tidak diperhatikan. Jalanan menuju dermaga licin dan permukaannya tertutup material semacam debu basah hingga lima centi meter.

Sampah Membludak hingga Jalan

Pelaksanaan pilkada, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional, berdampak pada penumpukan sampah di Kota Jogja. Karena selama seharian Kamis (9/12), TPST Piyungan ditutup saat libur nasional pilkada.

Pertimbangkan Wilayah untuk TPST Sleman

Pemkab Sleman mengalami kendala dalam penanganan sampah. Tak bisa lagi mengandalkan TPST Piyungan untuk jangka panjang. Tapi pembuatan TPST sendiri terkendala lahan.

Warga Blokir Dermaga TPST Piyungan

Solusi untuk TPST Piyungan belum juga menemukan jalan keluarnya. Dampaknya, untuk kesekian kalinya tempat penampungan sampah dari Kota Jogja, Sleman dan Bantul itu kembali ditutup.

Proyek Pengembangan TPST Piyungan Baru Digarap 30 Persen

Kondisi TPST Piyungan di Bantul, mendapat perhatian khusus dari Komisi C DPRD DIJ yang melakukan inspeksi dan ke kawasan tersebut, Kamis (10/9). Perkembangan proyek pembangunan fisik kawasan tersebut dirasa belum memuaskan. Wakil Ketua Komisi C Gimmy Rusdin menjelaskan, selama dua tahun ini pengelolaan TPST Piyungan mendapat banyak sorotan. Pihaknya menyesalkan tidak adanya laporan tertulis yang jelas dari pengelola tentang perkembangan pembangunan.

Aturan Cuma Diterapkan Dua Hari

Aturan Pemprov DIJ terhadap pelarangan armada non hidrolis atau tanpa pengungkit masuk ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan tidak dijalankan secara konsisten.

Rp 13 M untuk TPST Piyungan

Proses pembangunan sarana dan prasarana pada Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Piyungan (TPST) telah melawati tahap lelang. Disiapkan anggaran Rp 13 miliar.