alexametrics

Jogja Memanggil Teriakkan Sembilan Tuntutan Masyarakat

Sembilan tuntutan disuarakan dalam aksi Jogja Memanggil di Bundaran UGM, Selasa (20/10). Bertajuk #mositidakpercaya, aksi ini menyuarakan dicabutnya Undang-Undang Cipta Kerja, pembubaran DPR dan pemerintahan hingga membangun Dewan Rakyat. Dalam hal ini maksudnya rakyat menjadi pemegang keputusan tertinggi dalam sebuah negara.

Antisipasi Jogja Memanggil, Siapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan ada persiapan pengaturan lalu lintas selama aksi unjuk rasa ‘Jogja Memanggil’ oleh Aliansi Rakyat Bergerak (ARB). Fokus utama adalah tiga titik masuk menuju Bunderan UGM. Baik dari sisi timur, barat maupun selatan.

Pasca Aksi Tolak UU Cipta Kerja, PKL Malioboro Tak Dapat Ganti Rugi

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti memastikan tak ada ganti rugi kepada pedagang kaki lima korban aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja. Khususnya bagi lapak yang menjadi sasaran dari kerusuhan. Ini karena perusakan dilakukan oleh orang tak dikenal selama aksi berlangsung.

Aksi Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Ricuh di Pusat Kota Magelang

Aksi tolak Undang-undang Cipta Kerja terjadi di Jalan Mayjen Bambang Soegeng, Kedungdowo, Mertoyudan, Magelang. Tepatnya di depan Hotel Artos Magelang, Jumat (9/10). Awalnya, aksi yang dimulai pukul 14.30 ini berjalan secara damai dan kondusif. Diikuti ratusan peserta yang terabung dalam Gerakan Rakyat Magelang Raya. Diawali dengan makan bersama dan penyampaian aspirasi.

Aliansi Mahasiswa UGM Tuntut Jokowi Terbitkan Perpu

Aliansi Mahasiswa UGM yang tergabung dalam Jogjakarta Memanggil menuntut pencabutan Undang – Undang (UU) Cipta Kerja dengan penerbitan Perpu oleh Presiden Joko Widodo. Fungsinya untuk membatalkan regulasi yang disahkan oleh DPR RI, Senin (5/10).

Aksi Gejayan Memanggil Berlanjut Bakar-bakar di Simpang Tiga UIN Suka

Aksi Gejayan Memanggil tetap berlanjut meski telah melewati batas waktu. Aksi yang awalnya berlangsung di ruas simpang tiga Colombo jalan Affandi berpindah ke simpang tiga UIN Sunan Kalijaga. Para peserta aksi enggan membubarkan diri meski telah ada imbauan dari jajaran Polda DIJ.