alexametrics

19 Kali Guguran Lava Pijar dalam 18 Jam

Guguran lava pijar dari Gunung Merapi terus terjadi. Dalam periode 18 jam pengamatan mulai dari Kamis (7/1/) pukul 18.00 hingga Jumat (8/10) pukul 12.00, terjadi 19 kali guguran lava pijar. Jarak luncur guguran maksimal 800 meter dan mengarah ke hulu Kali Krasak.

Merapi Mulai Fase Erupsi

Fase erupsi Gunung Merapi kini telah dimulai. Hal itu ditandai dengan terjadinya guguran lava pijar sejak Senin (1/4) malam lalu. Lava pijar terlihat ada di kubah lava 1997.

Muntahkan Material Vulkanaik Sejauh 1,5 Km

Gunung Merapi masih menunjukkan aktivitas tingginya. Minggu (3/1) gunung api teraktif di dunia yang berada di perbatasan DIJ-Jateng ini kembali memuntahkan material dengan jarak luncur 1,5 kilometer.

Awan Panas Bahaya Paling Mematikan

Tiap gunung api punya bahaya masing-masing ketika erupsi. Namun bahaya yang paling mematikan datang dari awan panas. Hal itu diungkapkan penyelidik bumi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta Niken Angga Rukmini Senin (28/12).

Suara Gemuruh Terdengar Keras

Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Namun sampai saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta belum bisa memprediksi kapan gunung api di perbatasan DIJ dan Jateng itu erupsi.

Suara Gemuruh Terdengar sampai Turi

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan bahwa suara gemuruh Gunung Merapi tak hanya terdengar dari pos pengamatan. Suara gemuruh tersebut juga sampai ke daerah Wonokerto, Turi, Sleman.

Pagi hingga Siang Terjadi Dua Kali Guguran

Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi terus intensif dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta. Dalam catatan lembaga ini terjadi dua kali guguran.

Mirip seperti Sebelum Erupsi 2006

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas Gunung Merapi. Salah satu yang sangat diperhatikan adalah aktivitas gas pada gunung api ini.

Aktivitas Merapi Fluktuatif di Level Tinggi

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta menyebut ada penurunan aktivitas Gunung Merapi dalam sepekan terakhir. Hal itu dilihat dari data seismik dan deformasi pada gunung api ini.

Erupsi Efusif Punya Ketidakpastian Lebih Tinggi

Hari ini (5/12) Gunung Merapi tepat satu bulan berstatus siaga. Status level III itu sudah melekat pada Merapi sejak 5 November lalu. Kini timbul pertanyaan, apakah Merapi akan benar-benar meletus atau tidak.

Pasang Air Purifier, Minimalkan Penularan Covid-19

Status siaga atau level III Gunung Merapi sejak 5 November lalu membuat sebagian masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana, harus mengungsi. Seperti yang ada di Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

Wisatawan ke Kaliurang Turun hingga 80 Persen

Naiknya status Gunung Merapi menjadi level III atau siaga berdampak pada turunnya wisatawan di lereng Merapi. Meskipun tempat wisata itu berada di luar jarak bahaya yang telah ditentukan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta.

Tunggu Terbentuknya Kubah Lava

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta terus melakukan pemantauan untuk menganalisis morfologi Gunung Merapi. Belakangan diketahui adanya pembentukan crack atau rekahan di kawah Merapi.

Jalur Selatan Lebih Bisa Bikin Insaf

Jalur pendakian menuju puncak Gunung Merapi telah mengalami perubahan drastis sejak erupsi 2010. Setelah 10 tahun berlalu, kini tidak sedikit jalur pendakian yang hilang akibat hancur terkena longsoran material maupun tertutup semak belukar dan pepohonan yang tumbang.

Akui Emban Tugas Berat, Rutin Komunikasi dengan BPPTKG

Mas Bekel Anom Suraksosihono atau yang akrab disapa Mas Asih memiliki tugas berat. Ia melanjutkan tugas ayahnya, almarhum Mbah Maridjan, menjadi Juru Kunci Gunung Merapi. Namun, sehari-hari Mas Asih juga bekerja seperti kebanyakan orang kantoran. Ia menjadi karyawan di Universitas Islam Indonesia (UII) sejak masih muda. Mas Asih pun bercerita banyak mengenai dua pekerjaan yang dijalani itu.

Prediksi Erupsi Tetap ke Gendol

Aktivitas Gunung Merapi terlihat sangat jelas Jumat (27/11) pagi. Asap tampak membumbung tinggi di atas gunung api yang berada di perbatasan Provinsi DIJ dengan Jawa Tengah itu.

Aktivitas Vulkanik Meningkat Dibanding Minggu Lalu

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi dalam sepekan. Mulai dari periode 20 hingga 26 November. Salah satunya yang sempat menjadi perhatian adalah guguran 22 November.

Merapi Keluarkan Asap Putih Sepanjang Hari

Asap tebal berwarna putih dari puncak Gunung Merapi membumbung hampir sepanjang hari ini (27/11). Tak hanya satu, sempat pula terlihat dua asap putih dari kawasan puncak. Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta fenomena ini adalah asap sulfatara.

Karena Ada Pergerakan Gas ke Permukaan

Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Kemarin (26/11) pagi gunung yang ada di perbatasan DIJ dan Jawa Tengah itu mengeluarkan kepulan asap berwarna putih. Ketinggian asap mencapai 250 meter dengan intensitas cukup tebal.

Pantauan Udara, BPPTKG Temukan Guguran Arah Barat dan Barat Laut

BPPTKG bersama BPBD DIJ dan Diskominfo DIJ melakukan pantauan udara kondisi puncak Gunung Merapi. Menggunakan helikopter milik BNPB, pemantauan menyasar radius terdekat dari puncak. Mulai dari Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali dan Kabupaten Magelang.

BPPTKG Pasang Trap Camera untuk Memastikan Jenis Satwa Pemilik Jejak

Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Irwan Yuniatmoko memastikan jejak satwa liar yang ditemukan di Dusun Ngancar, Glagaharjo Cangkringan bukanlah macan tutul. Hasil identifikasi sementara, ciri tapak mengarah pada jejak kaki anjing kampung.