alexametrics

Pengidap Trypanophobia Harus Ada Edukasi Khusus

Vaksinasi virus korona tahap kedua yang menyasar para pelayan publik di DIJ, mulai dipersiapkan. Saat ini Dinas Kesehatan DIJ maupun kabupaten dan kota sedang melakukan proses, di antaranya pendataan siapa saja yang berhak mendapatkan vaksin tahap kedua.

Januari, Vaksinasi Nakes Ditarget Rampung

Proses vaksinasi tahap pertama di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) terus dikebut. Dinas Kesehatan DIJ menargetkan vaksinasi yang diberikan untuk tenaga kesehatan (nakes) itu bisa selesai Januari tahun.

Yang Dekat Ibu Kota Provinsi Dulu

Kick off vaksinasi virus korona di DIJ sudah dimulai sejak Kamis (14/1) lalu. Kala itu Wakil Gubernur Paku Alam X menjadi orang pertama di DIJ yang menerima suntikan vaksin.

Tak Ada Sanksi untuk yang Menolak Divaksin

Pemprov DIJ memastikan tidak akan memberlakukan sanksi bagi pihak yang menolak vaksinasi Covid-19. Sebagai gantinya, akan digencarkan ajakan untuk melakukan vaksinasi. Termasuk ajakan dari Gubernur Hamengku Buwono X.

Fokus PCR untuk Cari Pasien Bergejala

Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ menerapkan strategi baru untuk meredam kasus penularan Covid-19. Pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan tes usap atau swab akan tetap dilakukan, namun hanya kepada orang dengan gejala Covid-19.

Akui Kasus Tambah, Klaim Masih Terkendali

Diskes DIJ mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 di DIJ beberapa waktu terakhir ini. Namun situasinya diklaim masih terkendali. Karena kapasitas tempat tidur di RS rujukan Covid-19 mulai ditingkatkan.

Mobilitas dan Aktivitas Tinggi di Luar Rumah

Pasien positif Covid-19 di DIJ didominasi oleh usia muda. Kelompok usia ini banyak yang terpapar virus korona karena memiliki mobilitas dan aktivitas cukup tinggi di luar rumah.

Gubernur Persilakan Ponpes Dibuka

Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mempersilakan pondok pesantren (ponpes) di DIJ untuk kembali membuka diri. Namun, pengurus ponpes wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.