alexametrics

Bansos Cair, Tidak Boleh Ada Penerima Dobel

Pemerintah terus menstabilkan kondisi perekonomian yang sulit di tengah pandemi Covid-19. Tahun ini sedikitnya ada tiga jenis bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat yang membutuhkan.

Satu Data untuk Program Pusat-Kota

Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) Kementerian Sosial Rp 300 ribu tahap delapan mulai disalurkan pekan kemarin. Bansos BST non-PKH ini dicairkan kepada 11 ribu KPM (keluarga penerima manfaat) tiap tahap hingga Desember 2020.

Dinsos DIJ Klaim penyaluran BST Berjalan Lancar

Dinsos DIJ menyebut proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap delapan berjalan lancar. Hasil koordinasi dengan PT Pos Indonesia dan perbankan penyalur, hingga Kamis (12/11) sudah tersalurkan ke 142.857 KPM.

“Proses masih berjalan dan laporan yang kami terima sejauh ini berjalan lancar,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIJ Endang Patmintarsih Kamis (12/11).

Minggu Ini BST Tahap ke-8 Disalurkan ke 60.950 KPM

November ini disalurkan BST tahap delapan kepada sekitar 60.950 KPM di Kabupaten Sleman, Kota Jogja, dan lima kecamatan di Bantul. Menghindari kerumunan, kali ini penyaluran melalui kantor pos di kecamatan atau di kantor kecamatan maupun desa yang telah disepakati.

Belanjakan BST untuk Kebutuhan Penggerak Ekonomi

Menteri Sosial Juliari P Batubara meninjau penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di Kabupaten Kulinprogo, Rabu (19/8). Tercatat ada 136.520 KPM menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di DIJ. Di Kabupaten Kulon Progo sendiri terdapat 20.844 KPM penerima BST/bulan dengan total nilai senilai Rp 6,2 M.

Khawatir Jika Bansos Dihentikan

Wacana dihentikannya bantuan sosial (Bansos) selama pandemi Covid-19 disesalkan warga. Karena selama ini bansos penting untuk menyambung keberlangsungan hidup masyarakat.