alexametrics

Dampingi Presiden Salurkan BPUM, Dirut BRI Ungkap Strategi

BRI tidak hanya berperan sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia, namun konsisten mengangkat peran sosial bagi masyarakat. BRI terus berupaya menyukseskan penyaluran stimulus Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat.

Prokes di Masa Pandemi, BRI Kenalkan Reservasi Online Pencairan BPUM

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menghadirkan inovasi dan terobosan untuk menyukseskan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diluncurkan pemerintah. Yang terbaru, BRI menghadirkan BPUM Reservation System untuk memudahkan dan mempercepat pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Diperpanjang, Pencairan BPUM di BRI Bisa Sampai Desember 2021

Pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) melalui BRI diperpanjang hingga 5 (lima) bulan sejak Dana Bantuan masuk ke Rekening Penerima Bantuan atau maksimal Desember 2021. Perpanjangan waktu untuk pencairan dana BPUM ini dilakukan sesuai dengan instruksi Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Pendaftar BPUM Belum Capai Target

Pendaftaran bantuan produktif usaha mikro (BPUM) tahun 2021 di Kota Jogja belum memenuhi kuota. Tahun ini sekitar 6 ribu UKM yang diprediksi akan mendaftar untuk bisa menerima bantuan tersebut.

Kuota 12 Juta Belum Terpenuhi, Pelaku UMKM Masih Bisa Mengakses BPUM

Pintu program Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) masih terbuka lebar. Program milik pemerintah pusat ini menargetkan 12 juta pelaku usaha di sektor mikro. Dari total kuota tersebut, baru 3.232 pelaku usaha mikro di Kota Jogja yang lolos verifikasi. Sementara pendaftar awal mencapai 6.900 pelaku usaha.

49 Ribu Pelaku Usaha Bantul Mendaftar BPUM

Sebanyak 49.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (KUKMP) Bantul untuk diusulkan mendapat Bantuan Presiden untuk Usaha Produktif Mikro (BPUM) di masa pandemi Covid-19.