alexametrics

Dampak Cuaca Ekstrem Meluas

Cuaca ekstrem hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan bencana di Kabupaten Sleman semakin meluas. Warga diimbau tetap waspada ancaman bencana.

Baliho Roboh, Listrik di Sleman dan Kota Jogja Padam

Hujan deras disertai angin kencang terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Jogjakarta. Imbasnya sebuah baliho berukuran besar di jalan Adi Sucipto Kalurahan Caturtunggal, Depok Sleman tepatnya seberang Museum Affandi roboh. Alhasil aliran listrik di sejumlah wilayah Kapanewon Depok dan Kemantren Gondokusuman mati.

Hujan Abu Guyur Cangkringan dan Pakem

– Hujan abu vulkanik Gunung Merapi mengguyur dua kapanewon di Kabupaten Sleman, Jumat (25/6). Hujan abu terjadi setelah Merapi mengeluarkan guguran awan panas sebanyak tiga kali sekitar pukul 04.30. Jarak luncur mencapai 3 kilometer ke arah tenggara.

BPBD Siapkan Destana, Cek EWS

Selain virus korona, cuaca ekstrem juga patut diwaspadai. Terutama bagi warga Kabupaten Sleman yang tinggal di wilayah perbukitan. Sebab, cuaca ekstrem ditandai dengan hujan deras dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan bencana tanah longsor.

Segera Aktifkan Rusunawa UII

Shelter Covid-19 di Kabupaten Sleman terus ditambah. Selain memanfaatkan Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji, kini Rusunawa Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta yang berlokasi di dalam kampus terpadu Jl Kaliurang Km 14,5, Sleman juga akan diaktifkan.

Di Luar Zona Bahaya, Pengungsi Merapi Boleh Pulang

Warga Padukuhan Turgo yang saat ini masih mengungsi di Barak Pengungsian Purwobinangun, sudah diizinkan kembali ke rumah. Mengingat jarak zona berbahaya Merapi masih di radius lima kilometer (km). Sementara padukuhan tersebut berada di luar zona tersebut, yakni 6,5 km.

Rawan Longsor, EWS Malah Rusak

Sebanyak 80 persen warga Padukuhan Jali, Kalurahan Gayam, Prambanan, Sleman. Mereka bermukim di kawasan zona merah. Sehingga, jika hujan mengguyur dengan intensitas tinggi tak jarang terjadi longsor hingga pohon tumbang.

TPU Madurejo Hampir Penuh

TPU Madurejo di Prambanan, yang dikhususkan untuk pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid-19, hampir penuh. Dari alokasi 80 lubang, tinggal tersisa 10 lubang.

Warga Turgo Mulai Mengungsi

Gunung Merapi masih mengeluarkan guguran lava pijar. Guguran mengarah ke barat daya menuju hulu Kali Krasak. Meski status masih di level III atau siaga, sejumlah kelompok rentan di lereng Merapi wilayah barat, tepatnya di Padukuhan Turgo, sejak Rabu malam (22/1) mulai mengungsi.

Belum Beri Toleransi Pengungsi untuk Pulang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman masih akan mengkaji lebih lanjut terkait keputusan memulangkan pengungsi dari Kalitengah Lor, Cangkringan, Sleman. Hal tersebut terkait dengan berubahnya potensi bahaya Merapi yang awalnya di sektor tenggara ke sektor selatan-barat daya.

Warga Tritis Masih Beraktivitas Biasa

Warga Tritis, dusun tertinggi di Kalurahan Girikerto, Turi, masih menjalankan aktivitas normal. Mereka belum menerima instruksi untuk mengungsi. Jarak dusunnya dengan puncak Merapi sekitar 6,5 Km.

Belum Ada Evakuasi di Wilayah Sleman Barat

Kendati aktivitas Merapi meningkat, belum ada evakuasi untuk masyarakat di wilayah Sleman barat. Mengingat status Merapi masih level III, masyarakat pengungsi hanya untuk yang berjarak 5 kilometer dari puncak. “Itu juga masih direkomendasikan untuk kelompok rentan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto Kamis (7/1).

Mirip seperti Sebelum Erupsi 2006

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap aktivitas Gunung Merapi. Salah satu yang sangat diperhatikan adalah aktivitas gas pada gunung api ini.

893 Orang untuk 16 Kecakapan, Harus Bebas Covid-19

Sebanyak 893 relawan yang terdiri atas 17 lembaga dan 46 komunitas dioptimalkan dalam penanganan bencana Merapi di Kabupaten Sleman. Data itu berdasarkan catatan Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS) di Posko Utama Pakem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Senin(23/11).

Kelompok Rentan dan Ternak Diungsikan Lebih Dulu

Pengungsian sesuai kontijensi bencana Merapi akan dilakukan bertahap, dengan mendahulukan kelompok rentan dan hewan ternak. Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menuturkan, kelompok rentan seperti orang tua lanjut usia, anak-anak, difabel serta hewan ternak akan diungsikan lebih dahulu.

Pohon Tumbang Timpa Bangunan TK

Pohon tumbang menimpa bangunan taman kanak-kanak (TK) Among Siwi, Banyuraden, Gamping Senin(28/9). Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.