alexametrics

Angin Kencang Rusak 527 Rumah

Ratusan rumah di dua kalurahan wilayah Kapanewon Semanu porak poranda diterjang angin kencang. Untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan pihak terkait langsung mendirikan posko terpadu di lokasi bencana.

Distribusi Air Bersih Tembus 1.700 Tangki

Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibanding 2020. Dampak negatifnya mulai terlihat dari data penyaluran distribusi air bersih atau droping air. Warga ramai-ramai mengajukan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul.

10 Kapanewon Minta Bantuan Air Bersih

Sebagian besar wilayah kapanewon di Gunungkidul belum terbebas dari persoalan air bersih. Hanya dua kapanewon dinyatakan terbebas dari masalah tersebut.

Kekeringan, Warga Mulai Membeli Air Bersih

Memasuki awal musim kemarau sejumlah wilayah di Gunungkidul mulai kesulitan air bersih. Pemkab Gunungkidul meminta seluruh kapanewon melakukan pemetaan wilayah rawan potensi krisis air untuk kepentingan sinkronisasi program dropping.

Pohon Setinggi 25 Meter Tumbang

Musim penghujan ditambah embusan angin kencang melanda Gunungkidul dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Kondisi yang sama masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Waktunya Penanganan Lanjutan Pasca-Bencana

Air bah yang meluncur ke kawasan pesisir Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, diprediksi menimbulkan kerugian cukup besar. Pemkab Gunungkidul sedang melakukan pembahasan terkait penanganan lanjutan pasca-bencana itu.

Rumah Mengalami Tanah Ambles 6 Meter

Satu rumah di wilayah Kapanewon Rongkop mengalami tanah ambles. Amblesan tanah membentuk lobang memanjang dari dinding pondasi sampai ke dalam rumah utama.

Minim Bantuan, BPBD Kuras Dana Droping

Memasuki puncak musim kemarau, belasan kapanewon mulai kesulitan mengakses air bersih. Karena bantuan pihak ketiga minim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul terus menguras anggaran kebencanaan.