alexametrics

Fenomena Bediding di DIJ, Suhu Dingin di Tengah Musim Kemarau

Beberapa hari terakhir suhu udara di wilayah DIJ terpantau cukup rendah jika dibandingkan dengan hari-hari biasa di musim kemarau. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG Staklim) DIJ mencatat suhu udara pada tanggal 21 Juli hingga 26 Juli 2022 rata-rata mencapai 18,7 – 23,4 derajat celcius.

Awas, Banjir Rob Ancam Pantai Selatan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tentang potensi banjir pesisir (rob) di wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk di perairan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi hingga Besok

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi di perairan Jogjakarta, mulai 17 Juli hingga 19 Juli besok. Tinggi gelombang berkisar 2,5-4 meter atau kategori tinggi.

Pancaroba Berpotensi Hujan Angin

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, hujan kategori menengah hingga tinggi masih akan terjadi sepanjang April. Sedangkan awal musim Kemarau, diprediksi pada Mei mendatang.

Sehari Terjadi 22 Bencana di Bantul

Dalam satu hari, terjadi 22 bencana hidrometeorologi di Bumi Projotamansari pada Rabu (19/1). Bencana terjadi hampir merata di wilayah Bantul. Meliputi sembilan kapanewon dengan 13 kalurahan.

Dampak Cuaca Ekstrem Meluas

Cuaca ekstrem hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan bencana di Kabupaten Sleman semakin meluas. Warga diimbau tetap waspada ancaman bencana.

BPBD Mulai Petakan Rawan Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ mulai memetakan kawasan rawan bencana saat memasuki musim penghujan. Salah satu barometer kawasan rawan bencana adalah wilayah yang memiliki intensitas hujan tinggi saat musim penghujan ini.

Sasar Petani, BMKG Gelar Sekolah Lapang Iklim Tematik di Kapanewon Sentolo

Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Jogjakarta menggelar sekolah lapang iklim (SLI) tematik di Kapanewon Sentolo. Aksi ini sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang iklim dan cuaca. Kegiatan tersebut digelar di Balai Kalurahan Sukoreno pada Jumat (22/10).

Perubahan Iklim Bikin Analisa Cuaca Makin Rumit

Perubahan iklim turut berpengaruh pada teori fenomena cuaca dan interaksi antara atmosfer lautan dan daratan saat ini semakin rumit. Selain peralatan yang memadai di dunia penerbangan, kemampuan SDM pun perlu ditingkatkan.

Alihkan Anggaran untuk Bencana Hidrometeorologi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul alihkan penggunaan dana droping air bersih. Anggaran senilai Rp 40 juta itu tidak terpakai sampai Agustus 2021. Sementara memasuki September, terprediksi adanya ancaman bencana hidrometeorologi.

Kemarau Basah, Tak Perlu Biaya Pengadaan Air

Kemarau basah tahun ini diprediksi mempengauhi hasil produksi pertanian. Mempu menekan biaya produksi, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan air.

Genting Belasan Rumah Warga Melorot

Gempa bumi berkekuatan 5,1 SR yang mengguncang DIJ dan sekitarnya menimbulkan kerugian materi. Di Kabupaten Gunungkidul, belasan rumah di tiga kapanewon dilaporkan mengalami kerusakan.

Dimbau Buat Palir Pembuangan Genangan

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi (Stalkim) Jogjakarta memberikan penjelasan terkait fenomena hujan di tengah musim kemarau. Termasuk mengupas penyebab fenomena anomali cuaca yang terjadi belakangan ini.

Masih Hujan hingga Lebaran

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Staklim Mlati memprediksi awal musim kemarau di DIJ akan jatuh pada Mei. Kabupaten Gunungkidul diperkirakan memasuki kemarau terlebih dahulu dibanding daerah lainnya. Dengan demikian, pada Ramadan hingga Idul Fitri nanti, masyarakat DIJ diperkirakan masih akan turun hujan.

Sumuk Bukan karena Gunung Merapi

Anak-anak mandi untuk mendinginkan badan dari hawa panas di Selokan Mataram, Desa Trihanggo, Gamping, Sleman, Minggu (21/3).

Nelayan Kulonprogo Pilih Tak Melaut

Potensi angin kencang dan gelombang tinggi dimungkinkan terjadi di sebagian wilayah Jogjakarta, khususnya pesisir selatan. Kondisi ini membuat sebagian besar nelayan di Kulonprogo memilih tidak melaut.

Bantaran Sungai Oya Rawan Banjir

Memasuki puncak musim penghujan, masyarakat di Kabupaten Gunungkidul terutama didaerah rawan bencana diminta waspada. Kewaspadaan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.