alexametrics

Bosan di Rumah, Bisa Jadi Pekerja di Bawah Umur

Pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi Covid-19 ini menjadi dilema bagi pendidik di Gunungkidul. Karena tanpa pengawasan langsung guru, berisiko meningkatkan anak putus sekolah. Bahkan bisa menjadi pekerja di bawah umur.

Mengatasi Masalah Pembelajaran Daring

SEJAK Covid-19 menyerang, banyak sektor dari kehidupan ini yang terkena imbasnya. Tak terkecuali di sektor pendidikan yang mengaharuskan sekolah menutup kegiatan belajar mengajarnya. Siswa diharuskan belajar dari rumah, yang ternyata menimbulkan banyak kendala. Sudah sekitar 8 bulan siswa belajar dirumah atau istilahnya belajar daring.

Atasi Kesulitan Belajar Daring, Sekolah Wajib Adakan Konsultasi

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul menerapkan program konsultasi ke sekolah sebagai pendamping belajar mengajar secara daring selama pandemi Covid-19. Program ini ditujukan bagi para siswa SD dan SMP, dua kali dalam seminggu bagi setiap siswa.

UMY Latih Pendampingan Anak Belajar Daring di Tengah Pandemi

Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai dr Tesaviani Kusumastiwi Sp KJ menggelar Pelatihan Pendampingan Anak di Era Digital, Senin (09/8) dan Selasa (10/8). Program ini bekerja sama dengan Paguyuban Orangtua Siswa SD Muhammadiyah Karang Tengah Bantul.

Paket Data Telkomsel Gratis untuk 35.000 Siswa SMP Negeri di Semarang

Telkomsel bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang membagikan paket data internet gratis kepada 35.000 pelajar SMP Negeri di Kota Semarang. Acara yang digelar secara virtual ini dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri dan ratusan kepala sekolah SMP di Kota Semarang.

HB X: Pendidikan Tatap Muka Jangan Tergesa-gesa

RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap kegiatan pendidikan secra tatap muka akan dilakukan secara bertahap. Diawali dari perguruan tinggi kemudian diikuti jenjang di bawahnya. Menurutnya, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 baik untuk mahasiswa maupun anak-anak di kolah sama-sama memiliki risiko penularan. Terlebih jika dimulai dari usia anak-anak, risiko penularan lebih besar.