JOGJA - Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menegaskan, tidak ada kendala berarti dalam komunikasi maupun kerja sama dengan staf pelatih lokal selama menjalani musim perdananya di Indonesia dalam kompetisi BRI Super League 2025/2026 sejauh ini.
Ia datang ke PSIM dalam situasi yang cukup berbeda dibandingkan mayoritas pelatih asing lainnya. Jika umumnya pelatih asing membawa gerbong tim kepelatihan lengkap dari luar negeri, Van Gastel justru hanya didampingi satu asisten asing, yakni pelatih fisik Jorge Gomez Alba. Sementara seluruh jajaran asisten pelatih hingga staf pendukung lainnya diisi tenaga lokal Indonesia.
Kondisi itu secara teoritis berpotensi menimbulkan kendala, terutama dalam aspek komunikasi, penyamaan visi permainan, hingga adaptasi metode latihan. Namun Van Gastel menolak anggapan itu dan menilai situasi yang ia hadapi saat ini tetap berada dalam koridor positif.
"Kesulitan adalah kata yang terlalu berlebihan. Banyak pelatih asing datang dengan empat sampai lima staf asing, sementara saya di sini hanya dengan satu pelatih fisik. Dan itu tidak masalah," ujar Van Gastel, Kamis (26/3/2026).
Secara garis besar, pelatih asal Belanda itu justru melihat komposisi staf yang didominasi pelatih lokal sebagai peluang untuk membangun keterlibatan yang lebih luas dalam tim. Menurutnya, keterlibatan menjadi faktor kunci dalam menciptakan rasa tanggung jawab bersama.
"Bagi saya, ini soal kerja sama dan keterlibatan. Jika ada keterlibatan, maka akan ada komitmen. Dan itulah yang sedang terjadi di sini," lanjutnya.
Ia menekankan, proses adaptasi tidak selalu harus bergantung pada kehadiran banyak staf asing, melainkan pada kemampuan membangun hubungan kerja yang sehat dan saling percaya. Dalam konteks ini, Van Gastel menilai para staf lokal PSIM mampu beradaptasi dengan baik terhadap pendekatan yang ia terapkan.
Saat kembali dipertegas mengenai kemungkinan adanya hambatan komunikasi di internal tim, Van Gastel memberikan jawaban singkat namun tegas. "Tidak ada kendala atau masalah. Semuanya berjalan normal dan baik," katanya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa sejauh ini proses integrasi antara pelatih asing dan staf lokal di tubuh PSIM berjalan tanpa friksi berarti. Van Gastel juga secara implisit menegaskan keberhasilan tim tidak semata ditentukan oleh latar belakang staf, melainkan oleh kualitas komunikasi, kepercayaan, dan komitmen kolektif.
Secara pribadi ia juga mengaku banyak variabel yang mendukungnya untuk menjalani pekerjaannya di Indonesia saat ini. Hal itu, menurutnya, jadi aspek penting yang dinilainya dalam menjalani sebuah pekerjaan.
"Selain pekerjaannya, lingkungan dan orang-orangnya juga mendukung. Itu penting bagi saya," ungkapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun