RADAR JOGJA - Igor Tudor langsung meninggalkan Tottenham Hotspur Stadium segera setelah kekalahan 3-0 di Premier League pada Minggu (22/3) malam melawan Nottingham Forest karena masalah keluarga pribadi, kata seorang pejabat klub.
Kekalahan tersebut membuat juara Europa League musim lalu itu berada di posisi ketujuh belas klasemen, unggul satu poin dari West Ham yang berada di posisi ketiga dari bawah, sementara Forest naik ke atas Spurs berkat kemenangan ini.
Kekalahan ini merupakan kekalahan keempat Tudor, mantan pelatih Juventus dan Lazio, dalam lima pertandingan liga yang dipimpinnya (yang lain adalah hasil imbang 1-1 di Liverpool) dan hasil ini telah menempatkan posisinya dalam keraguan.
Namun, setelah assisten pelatih Spurs Bruno Saltor menghadiri konferensi pers pasca-pertandingan, seorang pejabat klub mengatakan bahwa Tudor terpaksa meninggalkan stadion, dengan Saltor tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut.
“Masalah pribadi, masalah keluarga, dan saya mengambil alih karena ini bukan waktu yang tepat baginya untuk berbicara,” kata Saltor.
“Bukan urusan saya untuk mengatakan hal lain,” imbuhnya.
Saltor, yang mengatakan bahwa pergantian pemain pada babak pertama terhadap bek Micky van de Van bersifat taktis bukan karena cedera dan menyatakan bahwa setiap kesalahan sedang dihukum.
“Setiap kesalahan saat ini merugikan kami. Setiap detail merugikan kami dan hal itu juga memengaruhi para pemain," kata Saltor.
"Anda bisa melihat betapa kerasnya mereka berjuang. Kami berada dalam situasi sulit, semua orang tahu. Di babak pertama kami adalah tim yang lebih baik dan harus konsisten dengan itu," imbuhnya.
"Ini menyakitkan bagi kami, sangat menyakitkan, tapi para pendukung luar biasa hari ini, dari sebelum pertandingan hingga akhir pertandingan," jelasnya.
"Kami harus terus berjuang karena kami peduli, kami peduli pada Spurs, kami adalah keluarga dan ingin keluar dari situasi ini. Saya 100% yakin kami bisa melewati situasi ini,” tegasnya.
Tottenham akan bertanding lagi setelah jeda internasional, bertandang ke Sunderland pada 12 April.
Editor : Satria Putra Sejati