RADAR JOGJA - Vinicius Junior mengatakan bahwa selebrasi menangis yang dilakukannya setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-1 Real Madrid atas Manchester City merupakan respons terhadap spanduk bertuliskan 'stop crying your heart out' yang dipasang oleh suporter The Citizens musim lalu.
Penyerang bintang itu mencetak dua gol dalam laga leg kedua babak 16 besar saat Los Blancos melaju ke perempat final Liga Champions dengan agregat 5-1.
Ketika kedua tim bertemu pada Februari 2025, para penggemar di Manchester memajang spanduk yang menampilkan gelandang Rodri memegang Ballon d'Or.
Setelah gagal mengeksekusi penalti pada leg pertama pekan lalu, Vinicius berhasil mengecoh kiper Gianluigi Donnarumma dengan tendangan penalti pada Rabu (18/3) dini hari, dan merayakannya dengan berpose, lalu bersandar pada bendera sudut, sebelum membuat gestur ‘menangis’ yang lama dengan kedua tangannya.
“Sepak bola memang seperti itu, selalu ada kesempatan lain,” kata Vinicius. “Kami menang di sini dan lolos ke perempat final,” imbuhnya.
Kamera TV juga kemudian menayangkan Vinicius membuat gestur “4-0” kepada penonton di Etihad, mencerminkan keunggulan agregat Real Madrid pada saat itu.
Pemain internasional Brasil itu menjalani malam yang sibuk, dengan satu golnya di babak kedua dianulir, serta mencatatkan total tujuh tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran, dan xG (gol yang diharapkan) pribadi sebesar 2,58.
“Ini pertandingan yang sangat penting bagi kepercayaan diri kami,” kata Vinicius.
"Sejak awal musim, kami sudah menjalani beberapa pertandingan bagus, tapi kami tidak selalu bisa mengendalikan jalannya pertandingan seperti yang kami lakukan dalam laga ini," lanjutnya.
“Kami tahu persis apa yang harus dilakukan, bekerja keras dan memanfaatkan peluang, meskipun saya banyak yang gagal!” jelasnya.
Vinicius mengatakan bahwa ia ingin Federico Valverde yang mengambil tendangan penalti tersebut, setelah pemain Brasil itu gagal mencetak gol dari titik putih di Bernabeu, tempat Valverde mencetak hattrick.
“Saya ingin Fede yang mengambilnya pekan lalu, tapi dia tidak mau, dan saya gagal,” kata Vinicius.
“Hari ini lagi, saya menyuruhnya mengambilnya, tapi dia memberi saya kepercayaan sebagai kapten, dan saya berhasil mencetak gol serta membantu tim,” tegasanya.
Kiper Madrid, Thibaut Courtois diganti pada babak pertama dan digantikan oleh Andriy Lunin, tetapi pelatih Alvaro Arbeloa kemudian meredam kekhawatiran cedera menjelang derby akhir pekan ini melawan Atletico Madrid di La Liga.
“Itu hanya tindakan pencegahan,” kata Arbeloa.
“Dia merasakan sedikit ketidaknyamanan dan kami tidak ingin mengambil risiko sama sekali. Saya harap dia akan bersama kami pada akhir pekan,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati