JOGJA - Performa lini belakang PSIM Jogja di kompetisi Super League 2025/2026 benar-benar menjadi sorotan. Bukan hanya kokoh dalam menghalau serangan lawan, bek asing Franco Ramos Mingo justru juga menjelma menjadi ancaman nyata bagi gawang lawan.
Hingga pekan ke-25, pemain asal Argentina ini tercatat sukses mencatatkan statistik cukup mencengangkan. Mingo, sapaan akrabnya, telah mengoleksi empat gol dari 22 laga yang ia jalani bersama Laskar Mataram.
Catatan ini sekaligus menempatkannya sejajar dengan striker asing PSIM Nermin Haljeta. Menariknya, Haljeta harus membutuhkan 25 laga untuk mengoleksi jumlah gol yang sama dengan Mingo.
Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel pun mengaku tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap performa bek asing ini. Baginya, Mingo bukan sekadar tembok pertahanan, melainkan kepingan penting dalam skema taktik yang dibangun.
"Mengenai Franco, saya sangat puas. Dia sangat penting bagi pertahanan dan penguasaan bola kami," katanya, Jumat (13/3/2026).
Meski begitu, pelatih asal Belanda ini menyatakan sebenarnya tim pelatih tidak memiliki target khusus untuk pemain belakang. Hanya saja, tim pelatih selalu menuntut Mingo untuk lebih agresif saat situasi bola mati (set piece).
"Saya selalu bilang padanya, seorang bek tengah setidaknya harus bisa mencetak lima sampai enam gol dari situasi bola mati. Dan sejauh ini, dia melakukannya dengan sangat baik," ungkap Van Gastel.
Terhadap penampilannya bersama tim kebanggaan masyarakat Jogja itu, Mingo sendiri mengaku bangga. Apalagi, dia juga mendapat kepercayaan mengenakan ban kapten bersama PSIM secara reguler dalam sejumlah pertandingan terakhir musim ini.
Meski secara resmi jabatan kapten utama masih dipegang Reva Adi Utama, dalam beberapa laga terakhir ban kapten lebih sering berada di lengan Mingo. Hal itu terjadi setelah Reva beberapa pertandingan terakhir berada di bangku cadangan.
Mingo mengatakan, kepercayaan yang diberikan oleh tim kepelatihan merupakan sebuah kehormatan besar baginya. Terlebih, ia baru menjalani musim pertamanya di Indonesia bersama PSIM.
"Saya merasa luar biasa. Saya memang pernah menjadi kapten di tim sebelumnya. Jadi ketika mendapat kepercayaan ini di PSIM, tentu saya sangat senang dan bangga," ujar Mingo.
Menurutnya, mengenakan ban kapten bukan hanya soal status di lapangan. Tetapi juga tanggung jawab untuk membantu menjaga kekompakan tim dan memberikan contoh kepada rekan-rekan setim.
"Bagi saya ini tanggung jawab yang besar. Sebagai kapten Anda harus mencoba membantu tim, memberi semangat kepada rekan-rekan, dan tetap fokus sepanjang pertandingan," katanya.
Mingo menilai kepercayaan yang diberikan oleh manajemen dan tim pelatih menjadi motivasi tambahan bagi dirinya untuk terus menunjukkan profesionalisme di setiap sesi latihan maupun pertandingan.
"Itu keputusan dari staf manajemen dan pelatih. Saya sangat menghargai kepercayaan itu karena menurut saya, itu juga menunjukkan profesionalisme yang saya coba tunjukkan di setiap latihan dan pertandingan," tuturnya.
Ya, di bawah arahan Pelatih van Gastel, Mingo menjadi salah satu pemain yang cukup konsisten mengawal lini belakang PSIM musim ini. Ia pun tampil solid sebagai bek tengah.
Kontribusi pemain berusia 28 tahun ini juga sangat nyata. Sejauh ini ia sudah mencetak empat gol dan satu assist. Capaian yang cukup positif sebagai pemain yang berposisi sebagai bek tengah.
Ia juga menegaskan, dirinya ingin membalas kepercayaan tampil reguler sebagai kapten dengan bekerja lebih keras di lapangan. Ia berharap bisa membantu tim terus tampil kompetitif hingga akhir musim.
"Saya hanya ingin terus bekerja keras dan membantu tim. Jika saya bisa memimpin tim di lapangan, tentu itu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi saya," ucapnya. (ayu/iza/laz)
Editor : Herpri Kartun