RADAR JOGJA – Perjalanan Dewa United di AFC Challenge League 2025/26 terhenti di perempat final setelah hasil imbang melawan Manila Digger FC pada Kamis (12/3) malam.
Hasil imbang 2-2 di Stadion Sport Center Kelapa Dua terjadi setelah kekalahan Banten Warriors dengan skor tipis pada leg pertama di Filipina.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink mengaku tim sangat kecewa dengan hasil tersebut.
“Enam hari lalu kami memainkan laga di Manila dan dari pertandingan itu kami bisa melakukan analisis dengan cukup baik,” kata Riekerink.
Pelatih asal Belanda tersebut mengaku paham akan skema yang akan dimainkan oleh Manila Digger yang menggunakan sembilan pemain asal Gambia.
“Saya pernah bekerja selama dua tahun di Afrika, jadi saya cukup memahami karakter permainan seperti itu. Mereka mengandalkan kekuatan fisik serta permainan oportunis,” imbuhnya.
Namun, yang menjadi sorotan utama Riekerink adalah keluarnya Alex Martins di babak pertama yang membuat tim tidak memiliki seorang target man di lini serang.
“Saat itu kami tidak memiliki pemain lain yang benar-benar bisa menggantikan posisinya sehingga Vico Duarte harus mengisi peran tersebut. Menurut saya kami bermain lebih baik, tetapi mereka justru terlihat lebih berbahaya,” jelasnya.
Sejak awal laga, Dewa United yang tertinggal secara agregat mengambil inisiatif dengan bermain menyerang, namun Manila Digger mencetak gol terlebih dahulu melalui Ousman Gai pada menit ke-35.
Bahkan, tim tamu menggandakan keunggulan melalui tandukan Modou Joof di awal babak kedua sebelum Damion Lowe mencetak brace untuk menyelamatkan Banten Warrior dari kekalahan.
Editor : Satria Putra Sejati