RADAR JOGJA - Alvaro Arbeloa menegaskan bahwa tim Real Madrid besutannya tidak seharusnya merasa lebih inferior dari Manchester City saat bersiap untuk bertemu di babak 16 besar Liga Champions.
The Citizens mengalahkan los Blancos 2-1 dalam penampilan dominan di Bernabeu pada fase liga di bulan Desember, dalam salah satu pertandingan yang menandai akhir bagi pendahulu Arbeloa, Xabi Alonso.
Performa Real Madrid tidak konsisten sejak saat itu, dengan dua kekalahan dalam empat pertandingan terakhir di semua kompetisi, tetapi Arbeloa mengatakan timnya dapat memasuki pertandingan dengan menatap Manchester City secara langsung.
"Kami adalah Real Madrid, kami tidak pernah merasa lebih rendah dari siapa pun," kata Arbeloa.
"Kita tidak boleh merasa rendah diri dibandingkan siapa pun. Kita semua sangat mengenal lawan, klub, pelatih Pep Guardiola, para pemain. Mereka adalah juara dua tahun lalu. Tapi kami akan menghadapinya dengan penuh semangat... Kami akan bermain untuk menang," imbuhnya.
Sementara itu, Federico Valverde mengklaim pertandingan melawan Manchester City kali ini memiliki sedikit perbedaan dibanding sebelum-sebelumnya.
"Sekarang kandang dan tandang, dan itu mengubah banyak hal. Tapi penting untuk mendapatkan hasil yang baik untuk leg kedua... Kami tidak ingin apa yang terjadi terakhir kali terulang lagi, ketika kami membiarkannya lepas karena kesalahan kami sendiri," ujar Valverde.
Real Madrid menjamu Manchester City dengan sejumlah pemain senior yang absen, termasuk bintang Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, serta Eder Militao, Alvaro Carreras dan Rodrygo, yang menjalani operasi cedera ligamen krusiatum.
"Mbappe jauh lebih baik," kata Arbeloa.
"Seperti yang sudah saya katakan, ini tentang menjalani hari demi hari, bagaimana perkembangannya, tetapi pekan ini sangat positif. Dia jauh lebih baik, jadi kami berharap dia segera kembali," lanjutnya.
Arbeloa adalah bagian dari tim Real Madrid yang menghadapi Barcelona asuhan Guardiola lebih dari satu dekade lalu, dan sekarang menghadapi Guardiola untuk pertama kalinya sebagai pelatih.
"Dia (Guardiola) selalu menyiapkan kejutan," kata Arbeloa.
"Dia adalah pelatih yang, semakin sering Anda menonton timnya, akan menyiapkan sesuatu yang berbeda, dengan variasi yang mampu dia gunakan. Saya akan terkejut jika tidak ada perubahan dalam struktur mereka, bagaimana mereka ingin menyerang, atau pemain yang belum bermain baru-baru ini," jelasnya.
Arbeloa juga mengecam presiden Barcelona, Joan Laporta yang mengklaim dalam sebuah wawancara radio bahwa Real Madrid telah mendominasi bidang perwasitan selama yang saya ingat ketika ditanya tentang penyelidikan atas pembayaran yang dilakukan oleh Barca kepada mantan wakil presiden perwasitan Spanyol, Jose Maria Enriquez Negreira.
"Calon Laporta?" kata Arbeloa.
"Saya pikir dialah yang melipatgandakan pembayaran kepada Negreira. Tidak perlu banyak bicara lagi," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati