RADAR JOGJA - Stadion Estadio do Maracana biasanya menjadi panggung pesta bagi Clube de Regatas do Flamengo.
Namun kali pada Jum’at (27/2/2026), stadion legendaris itu justru menjadi saksi perayaan tim tamu.
Dalam laga penentuan Recopa Sudamericana, Club Atletico Lanus menang dramatis 3 - 2 lewat perpanjangan waktu dan memastikan gelar dengan agregat 4 - 2.
Sejak awal laga, Flamengo tampil dominan di bawah sorakan puluhan ribu suporter. Namun justru Lanús yang lebih dulu mencuri perhatian.
Gol Pembuka yang Mengejutkan
Pada menit ke-29, Rodrigo Castillo membuka skor untuk Lanus.
Berawal dari tekanan di lini belakang Flamengo, bola liar berhasil dimanfaatkan dengan cepat.
Castillo melihat celah dan melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau kiper.
Maracana mendadak hening. Skor berubah 0 - 1.
Flamengo Bangkit Lewat Titik Putih
Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil di menit ke-37.
Wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran di kotak penalti.
Giorgian de Arrascaeta maju sebagai algojo dan dengan tenang mengarahkan bola ke pojok bawah gawang.
Skor imbang 1 - 1, dan stadion kembali hidup.
Memasuki menit-menit akhir waktu normal, ketegangan semakin terasa.
Flamengo terus menggempur, dan pada menit ke-85, mereka kembali mendapatkan penalti.
Kali ini Jorginho yang mengambil tanggung jawab.
Eksekusinya tak terbendung.
Flamengo berbalik unggul 2 - 1.
Agregat pun kembali seimbang dan laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Babak Tambahan: Mental Jadi Penentu
Ketika stamina mulai terkuras dan emosi memuncak, Lanus menunjukkan ketenangan.
Menit ke-118 menjadi momen penting.
Sebuah umpan silang terukur disambut sundulan Jose Canale di depan gawang.
Bola meluncur masuk dan skor menjadi 2 - 2.
Para pemain Lanus berlari merayakan, sementara pendukung tuan rumah mulai gelisah.
Namun drama belum selesai.
Di menit 120+2, saat banyak yang mengira laga akan berakhir menuju adu penalti, Dylan Aquino melakukan aksi individu dari sisi tengah.
Ia menusuk ke pertahanan Flamengo, melewati kawalan, lalu melepaskan tembakan yang bersarang di sudut gawang.
Gol itu memastikan kemenangan 3 - 2 untuk Lanus.
Akhir yang Tak Terduga
Peluit panjang berbunyi, dan para pemain Lanus saling berpelukan di tengah lapangan.
Flamengo harus menerima kenyataan pahit di kandang sendiri.
Malam itu, Recopa bukan hanya tentang trofi.
Ia menjadi cerita tentang keteguhan tim tamu yang tak gentar menghadapi tekanan besar di salah satu stadion paling ikonik di Amerika Selatan.
Sepak bola kembali membuktikan: dominasi tak selalu menjamin kemenangan, dan keberanian sering menemukan jalannya sendiri. (Lintang Perdana Shynatrya)