RADAR JOGJA - Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor mengakui bahwa pekerjaan saat ini adalah tantangan terbesar dalam kariernya.
Tudor ditunjuk untuk peran manajerial pertamanya di Inggris dengan masa depan Spurs di Premier League dipertaruhkan setelah performa buruk selama beberapa bulan terakhir di musim dingin.
Kekalahan telak 4-1 di kandang melawan rival Arsenal memperpanjang catatan tanpa kemenangan Tottenham di liga menjadi sembilan dan hanya meraih dua kemenangan dari 18 pertandingan terakhir di divisi tersebut.
"Ini bahkan tantangan yang lebih besar, bahkan motivasi yang lebih besar untuk melakukan ini dan kami akan melakukannya."
Mantan bos Juventus itu juga mengakui peran tersebut lebih sulit dari yang diharapkan, tetapi percaya bahwa kerja keras di lapangan latihan dapat mengubah nasib klub sebelum perjalanan melintasi London ke Fulham pada akhir pekan.
"Ya, sangat sulit, tetapi seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak mengubah pendapat saya, memang seperti itulah keadaannya, jadi, kerja keras setiap hari, fokus, meningkatkan semua hal yang perlu kita lakukan, kondisi fisik, kepercayaan diri mental, performa, dan menunggu para pemain kembali," kata Tudor.
"Kita perlu fokus pada diri kita sendiri, apa yang bisa kita lakukan, kurangi memikirkan orang lain, itu selalu baik dan akan tetap baik," lanjutnya.
Spurs akan mengetahui lawan di Liga Champions untuk babak 16 besar pada hari Jumat, tetapi Tudor berjanji untuk tidak membuang energi pada pertandingan melawan Atletico Madrid atau Galatasaray karena situasi saat ini.
"Saya tidak terlalu memikirkan drawing," jelasnya.
Pelatih Kroasia itu akan mendapat dorongan dengan kembalinya bek Kevin Danso dan bek sayap Pedro Porro untuk pertandingan di Craven Cottage.
Duo tersebut bisa berbaris bersama Micky van de Ven, yang telah menghadapi kritik pekan ini setelah sebuah klip di media sosial menyiratkan bahwa bek tengah Belanda itu mengabaikan instruksi Tudor untuk maju selama kekalahan melawan Arsenal.
"Itu bukan instruksi untuk Micky, itu adalah instruksi untuk tim untuk maju. Itu tentang tim yang maju dan apa yang kami bicarakan sebelumnya," kata Tudor.
"Kami ingin maju karena kami ingin memiliki gaya ini di mana kami menekan tinggi, tetapi saat ini terlalu berat bagi mereka, jadi itulah mengapa saya sedikit frustrasi tentang itu, tetapi ini adalah bagian dari itu," imbuhnya.
"Kami bahkan tidak membicarakan hal ini, saya dan Micky, karena tidak ada yang perlu dibicarakan. Dia pria yang fantastis, seorang profesional yang sangat baik dan dia tidak akan pernah melakukan hal-hal ini," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati